Sabtu, 17 September 2016
Astagfirullah! Ketua Ormas Anti Narkoba Malah Jadi Pengedar
GULA77 - Satuan Reserse Narkoba Polresta Dumai, Riau berhasil mengungkap jaringan narkoba yang melibatkan narapidana (napi). Ada empat orang yang berhasil diringkus. Sebanyak dua dari empat orang tersebut berstatus narapidana Rutan Kelas II B Kota Dumai, Wira Eko Irawan Bin Ridwan (35) dan Komari alias Kokom Bin Poniman yang berstatus tahanan di Rutan Dumai.
"Kita juga menangkap Sufriadi Bin Jumani (36). Dia merupakan Ketua Ormas Gentara (Gema Nusantara Anti Narkoba), Dumai," tegas Kapolresta Pekanbaru AKBP DH Ginting Sabtu (17/9/2016). Selain itu, petugas juga membekuk komplotan mereka yakni Zulherman alias Herman Lego, warga Kecamatan Dumai Kota. Lego merupakan tahanan Polresta Dumai dalam kasus narkoba.
Penangkapan jaringan narkoba itu berawal saat polisi mendapatkan laporan warga yang menyebu Sufriadi sebagai pengedar narkoba. Polisi lantas melakukan pengerebekan di rumah tersangka. "Tersangka ditangkap di rumahnya. Dari dalam tas sandang milik tersangka diamankan barang bukti paket besar sabu," tutur Kapolresta.
Dari pengakuan Ketua Ormas Gentara, barang haram itu didapat dari dua orang napi di Rutan Dumai. Polisi kemudian menciduk Wira dan Komari. "Keterangan dari dua napi, barang itu dibeli mereka dari Herman Lego tahanan polres. Saat ini keempat tersangka sedang diproses,"tutup Kapolresta.(okezone)
Krishna Murti Membantah Tuduhan Penganiayaan
Calvin Haris Berkencan dengan Jennifer Lopez
Emas Pertama Jawa Barat Melalui Raina Saumi
Selasa, 13 September 2016
WNI Calon Haji Melalui Filipina Tak Akan di Hukum
GULA77 - Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Filipina tengah membahas pemulangan ratusan jemaah calon haji (Calhaj) asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci lewat Filipina. Sebab, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) itu dinilai hanya korban penipuan biro travel perjalanan ibadah haji.
"Ya tunggu aja negosiasinya. Presiden Duterte kemari kan sudah dibicarakan itu, ditunggu saja negosiasinya bagaimana," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat, Selasa 13 September 2016. Wiranto juga menjamin, para jemaah tersebut tak akan mendapat sanksi dari pemerintah Indonesia.
Karena itu, dirinya meminta agar pihak keluarga tidak usah khawatir. "Saya pikir tidak perlu dikhawatirkan bahwa mereka itu akan dapat sanksi hukum. Karena mereka menjadi korban dari proses yang tidak benar," ujarnya.
Menurut Wiranto, alasannya adalah karena para jemaah haji tersebut adalah korban dari upaya manipulasi keberangkatan haji dari pelaku yang menyiasati sisa kuota negara lain. "Kami berpendapat bahwa mereka memang itu korban dari suatu upaya untuk memanipulasi keberangkatan haji hanya berorientasi pada kuota," tutur Wiranto.(viva)
Bayar Angsuran Motor, PRT Curi Perhiasan Majikan
JLo Jomblo, Ben Affleck Mengiriminya SMS
Fancy Bear Mengungkap Skandal Doping Atlet AS
Sabtu, 10 September 2016
Idul Adha, Pemko Medan Minta Tempat Hiburan Tutup 2 Hari
GULA77 - Dalam rangka menghormati Hari Raya Idul Adha 1437 H, Walikota Medan Dzulmi Eldin mengimbau kepada seluruh tempat usaha hiburan untuk menghentikan sementara operasionalnya selama dua hari, sejak Minggu (11/9) dan Senin (12/9). Bagi pengusaha, pimpinan maupun penangungjawab tempat usaha yang tidak mengindahkannya, maka akan diberikan sanksi administratif yang berlaku.
Himbauan ini disampaikan Walikota melalui Surat Edaran No.50/5838 tanggal 2 Juni 2016.
Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan, jenis tempat usaha yang diminta untuk menghentikan operasinya selama dua hari itu yakni jenis usaha hiburan malam seperti diskotek, klab malam, pub/live music, karaoke, panti pijat, oukup, spa dan bar. Kemudian jenis usaha rumah billiard dan usaha arena permainan ketangkasan, kecuali permainan untuk anak-anak dan keluarga.
“Untuk jenis usaha hiburan malam, rumah billiard dan arena permainan ketangkasan diminta tidak melakukan kegiatan usaha tanggal 11 September 2016 dari pukul 14.00 WIB sampai tanggal 12 September 2016 pukul 18.00 WIB, guna menghormati Hari Raya Idul Adha 1437 H,” kata Walikota diwakili Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri di Balai Kota Medan, Jumat (9/9/2016).
Penutupan sementara penyelenggara kegiatan hiburan ini, jelas Hasan, dapat dikecualikan pada kegiatan usaha hiburan yang merupakan fasilitas hotel bintang 3, 4 dan 5 dengan ketentuan telah mendapat persetujuan dari Kadis Kebudayaan dan pariwisata Kota Medan. “Untuk itu saya minta kepada saudara pimpinan maupun penanggung jawab agar melaksanakan isi Surat Edaran Wali kota ini.
Apabila saudara tak mengindahkannya, maka kami akan memberikan sanksi administratif yang berlaku!” tegas Hasan. Atas dasar itulah, kata Hasan, pihaknya akan menurunkan Tim pengawasan dan penertiban Usaha Hiburan dan Rekreasi di Kota Medan untuk melakukan pengawasan. “Tim ini akan turun untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh tempat usaha hiburan maupun rekreasi di Kota Medan,” jelasnya.(edisimedan)
Hanya China Yang Mampu Hentikan Korea utara
Warkop DKI Dibajak, Falcon Pictures Rugi Miliaran
Jengkel, Rossi Acungkan Jari Tengah ke Espargaro
Rabu, 07 September 2016
Ratusan Massa Aktivis Tolak Reklamasi Teluk Benoa Kepung Polda Bali
GULA77 - Ratusan massa dari Banjar Peken, Desa Adat Sumerta, mendatangi Polda Bali. Mereka mau meminta klarifikasi mengenai alasan polisi menangkap rekan mereka I Gusti Putu Dharma Wijaya. Mereka pun mengepung Mapolda Bali di Jalan WR Supratman. Akibatnya, akses jalan raya di depan Mapolda Bali ditutup sehingga arus lalu lintas tak bisa lewat.
Kepala Dusun Banjar Peken, I Wayan Murdika, menuturkan kehadiran mereka adalah untuk menanyakan nasib rekan mereka yang ditangkap Polda Bali. "Rekan kami itu ditangkap tiba-tiba. Ini seperti penculikan karena tidak ada pemberitahuan. Ditangkap di tempatnya bekerja," kata Murdika.
Dia menyayangkan penangkapan ini dilakukan di tengah Hari Raya Galungan. Menurut informasi yang dia terima, Putu Dharma ditangkap berkaitan dengan aksi penurunan bendera Merah Putih di Gedung DPRD Bali saat unjuk rasa tolak reklamasi di Teluk Benoa pada 25 Agustus 2016 lalu.
"Ya, dia (I Gusti Putu Dharma Wijaya) ikut menurunkan bendera Merah Putih saat demo itu," sebutnya. Hingga kini, mereka masih menunggu kejelasan nasib rekan mereka yang ditangkap sekitar pukul 21.00 WITA itu. Selain memblokade jalan, polisi juga menjaga ketat ratusan warga tersebut. Hingga tengah malam, warga masih bertahan di depan Mapolda Bali.(viva)
DJ Wanita Positif Narkoba Diamankan Polisi
Dianjurkan Istirahat, Beyonce Tunda Tur Dunia
Jeremy Lin Point Guard Andalan Brooklyn Nets
Selasa, 06 September 2016
Daerah Kumuh Disulap Jadi Kampung Tiga Dimensi
GULA77 - Warga Malang, Jawa Timur terus berinovasi dalam menata kampunya menjadi destinasi wisata. Setelah kampung warna-warni yang mampu menyedot pengunjung, kini di Kota Malang juga muncul kampung Tiga Dimensi atau yang lebih dikenal Tridi. Kampung Tiga Dimensi tersebut terletak di Temenggungan, Ledok, Ksatrian, Kota Malang.
Kampung Tridi ini mampu menghilangkan kesan kumuh yang tidak hanya memperindah tapi juga menjadi surganya para pecinta selfie. Dimana keindahan gambar-gambar tiga dimensi yang menggunakan media dinding-dinding kampung dan rumah ini setiap harinya mampu menyedot wisatawan yang datang dari luar Kota Malang.
"Saya lihat di media sosial terus penasaran pingin ke sini. Dan ternyata memang indah ya, luar biasa," ujar Lesti, wisatawan yang datang dari luar kota. Proses menyulap kampung kumuh dan padat yang terletak di bawah jalur kereta api dan di bantaran Sungai Brantas ini tidaklah mudah.
Proses menyulap kampung kumuh dan padat yang terletak di bawah jalur kereta api dan di bantaran Sungai Brantas ini tidaklah mudah. "Dampak positifnya mulai terasa, kini kampung kita tidak lagi kumuh dan orang mengenalnya dengan sebutan kampung Tridi," ujar Nur, ketua pemuda setempat.(sindo)
Polisi Gerebek Pabrik Narkoba Seorang Narapidana
Daniel Craig Ditawari Untuk Kembali Jadi James Bond
Pembukaan dan Penutupan PON Habiskan Rp90 Miliar
Minggu, 04 September 2016
Pizza Hut Membantah Pakai Bahan Kedaluwarsa
GULA77 - Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana atau Pizza Hut, Stephen McCartney, membantah bahwa pihaknya menggunakan bahan kedaluwarsa ke dalam makanan yang disajikan. Hal itu disampaikan Stephen menanggapi pemberitaan Majalah Tempo yang kemudian ramai diperbincangan masyarakat di media sosial. "Kami tidak pernah memperpanjang masa simpan bahan makanan, saya menegaskan," kata Stephen saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (4/9/2016).
Stephen mengatakan, mencari keuntungan sudah pasti dilakukan oleh perusahaan. Namun, lanjut dia, pihaknya tidak berkompromi dengan keuntungan jika sudah menyinggung keamanan makanan. "Mendapatkan untung tentu saja kami lakukan, karena kami adalah perusahaan. Tapi kami tidak pernah mengambil untung dengan berkompromi soal keamanan makanan" kata dia. Ia kembali menegaskan, pihaknya selalu memperhatikan secara serius dalam menyajikan makanan kepada para pelanggan.
Karena itu, penggunaan bahan makanan yang kedaluwarsa tidak diperbolehkan di perusahaannya. "Kami tidak pernah memperbolehkan makanan kedaluwarsa. Keamanan kami perhatikan dengan serius, kami tidak menyajikan makanan kedaluwarsa," tutur dia. Sementara itu, Presiden Direktur PT Sriboga Raturaya, Alwin Arifin, mengakui bahwa Bareskrim Polri tengah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.
Hal itu disampaikan Alwi menanggapi pernyataan bahwa dirinya telah dilarang pihak kepolisian untuk memberikan keterangan kepada media. Menurut Alwi, polisi tidak melarang dirinya memberikan keterangan. Namun, ia merasa keberatan memberikan pernyataan saat ini lantaran polisi tengah melakukan penyelidikan. "Saya juga sedikit mengoreksi apa yang disampaikan majalah tersebut bahwa saya dilarang polisi untuk menyampaikan interview, bukan itu.
Maksud saya adalah saya tidak bisa ketemu wartawan apabila kasus sedang ditangani oleh polisi, saat itu," kata Alwi. "Saat ini juga, jadi saya keberatan diwawancarai oleh wartawan karena sedang diselidiki oleh polisi. Bukan berarti polisi yang melarang, ya," tambah Alwi. Seperti dikutip Tempo.co, restoran waralaba Pizza Hut, Pizza Hut Delivery (PHD), dan Marugame Udon diduga pernah menggunakan bahan pangan kedaluwarsa.
Dalam dokumen yang diperoleh Tempo dan BBC Indonesia, tertulis puluhan paket bahan makanan yang dipakai ketiganya. Paket itu terbagi ke dalam belasan jenis bahan. Salah satu bahan itu adalah bonito powder atau tepung bonito yang digunakan untuk perasa ikan. Ada 12 paket tepung bonito yang masa simpannya ditambah melewati tanggal kedaluwarsa.(kompas)
Mahasiswi UMA Dirampok dan Diperkosa, Lalu Dibuang
Sylvester Stallone 'Rambo' Dikabarkan Meninggal
Juarai MotoGP Inggris, Vinales Cetak Sejarah
Jumat, 02 September 2016
Warga Jombang Antre Sejak Dini Hari Demi E-KTP
GULA77 - Warga Jombang, Jawa Timur yang ingin memiliki KTP elektronik atau E-KTP harus berjuang keras. Selain harus saling dorong dan berdesak-desakan, warga juga sudah harus datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sejak pukul 02.00, lalu antre di depan pintu kantor yang masih tutup. Hal itu terlihat Sabtu (3/9/2016) ini.
Warga sudah datang ke kantor tersebut sejak dini hari. Sebab, jika datang subuh atau pukul 07.00, antrean sudah sangat panjang dan khawatir tidak terlayani. Apalagi, Kantor Dinas Catatan Sipil membatasi layanan mengurus E-KTP maksimal 250 orang per hari. Titin, salah seorang warga, behkan mengajak serta anaknya yang masih balita untuk menginap di Kantor Catatan Sipil.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kemudian memilih warga yang membawa anak balita untuk masuk dan didahulukan. Terhadap ratusan warga yang mengantre di luar, petugas menertibkan dan menghitung mereka sebanyak 250 orang. Sisanya langsung disuruh pulang dan antre lagi besok agar tidak terjadi kericuhan.
Terkait membeludaknya pemohon E-KTP, petugas menduga hal ini disebabkan beredar isu yang menyebutkan batas akhir perekaman E-KTP maksimal 30 September 2016. Padahal, isu tersebut tidak benar. Layanan perekaman E-KTP akan terus dilakukan tanpa batasan waktu. Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jombang Gatot mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik.(sindo)
Penyuling Gas Raup Untung Rp4,5 Miliar
Elma Theana 9 tahun di padepokan Brajamusti
Rossi Jajal Swing Arm Baru di Silverstone
Langganan:
Postingan (Atom)






