Minggu, 31 Juli 2016

Masyarakat dan TNI-Polri Melakukan Pembersihkan Vihara di Tanjungbalai


GULA77 - Pagi ini, masyarakat bersama aparat TNI-Polri melakukan pembersihan vihara yang rusak dan terbakar akibat kerusuhan yang terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat, 29 Juli 2016 malam.

"Situasi terakhir di Tanjungbalai kondusif dan dilakukan kerja bakti berbagai komponen masyarakat dan TNI/Polri ke tempat ibadah vihara," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin, 1 Agustus 2016.

Ratusan masyarakat dibantu TNI-Polri membersihkan puing sisa material yang terbakar di delapan vihara tersebut. Di lokasi, tampak kerukunan agama dilakukan masyarakat lintas agama bergotong-royong membersihkan vihara-vihara tersebut.

Rina juga menjelaskan, meski kondisi sudah kondusif dan aman, ribuan personel TNI/Polri masih tetap melakukan penjagaan dan pengamanan sejumlah lokasi tempat kerusuhan tersebut. "Jumlah personel pengamanan di Tanjungbalai, Brimob sebanyak 500 personel, Polres 200 personel.

Kemudian, TNI AD sebanyak 1 SSK dan TNI AL berjumlah 1 SST," kata Rina. Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan di Tanjungbalai, Jumat malam, 29 Juli 2016. Mengakibatkan rusaknya delapan Vihara. Namun, untuk saat ini situasi di lokasi kejadian, sudah kembali kondusif. Namun demikian, aparat gabungan Polri/TNI masih melakukan penjagaan di lokasi tersebut.(Viva)

Ancam Edarkan Foto, Sepasang Kekasih Dibekuk Polisi
Naysila Mirdad Siap Nikah dengan Pengusaha
Marin Ingin Raih Medali Emas di Olimpiade




Sabtu, 30 Juli 2016

Banjir Bandang di Jambi, Jalur Alternatif Lintas Sumatera Putus


GULA77 -  Akibat banjir bandang yang melanda Jambi, badan jalan jalur alternatif di Jalan Lintas Sumatera di Kawasan Tanjung Benuang, Jambi, akhirnya ambruk ke dasar sungai. Bahkan badan jalan sepanjang sekitar 20 meter itu, terbelah menjadi dua bagian dan kini hanyut terbawa arus deras banjir.

Untuk mengantisipasi putusnya akses dan terisolirnya wilayah itu, masyarakat sekitar akhirnya membuat jembatan darurat yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Jalur tersebut diketahui sebagai jalur yang selama ini mempersingkat jalan lintas menuju Sumatera yang menghubungkan Kawasan Tanjung Benuang Bangko, Sorolangun, Jambi hingga ke perbatasan Sumatera Selatan.

Akibat terputusnya jembatan, pada Sabtu, 30 Juli 2016, kendaraan roda empat yang sempat akan melintasi kawasan itu dan bertujuan ke Sumatera Selatan, akhirnya harus memutar arah. "Semoga bisa segera diperbaiki jembatannya," kata Samsul, warga setempat.(Viva)

BNN Tidak Terima 450 Miliar dari Freddy Budiman
Allahu Akbar, Tom Cruise Terlibat Agenda Terorisme
PBSI Janjikan Rp 1 Miliar Bagi Peraih Emas Olimpiade



Kamis, 28 Juli 2016

Freddy Budiman Menjadi Terpidana Yang Pertama Dieksekusi Mati


GULA77 - Jaksa Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung, Noor Rachmad, mengatakan Freddy Budiman menjadi terpidana pertama yang dieksekusi mati. Eksekusi dilaksanakan pada Jumat dinihari pukul 00.45 WIB di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan Nusakambangan, Jawa Tengah, Jumat, 29 Juli 2016. "Semua orang tahu bagaimana dia dalam peredaran narkoba selama ini," kata Rachmad di Dermaga Wijaya Pura Nusakambangan, Jumat, 29 Juli 2016.

Freddy divonis mati atas kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi dan pabrik ekstasi di penjara. Menurut Rachmad, Freddy masih mengendalikan peredaran narkoba selama dipenjara. Permohonan peninjauan kembali (PK) yang telah diajukan Freddy telah ditolak Mahkamah Agung. "Yang bersangkutan tidak pernah mengajukan grasi kepada presiden," ujar dia. Jumat pagi, jenazah Freddy rencananya akan disemayamkan di Surabaya.

Freddy baru mengajukan grasi pada Kamis sore. Pengacaranya, Untung Sunaryo, mengatakan grasi Freddy dikirim melalui Sekretariat Negara. "Pada dasarnya Freddy sudah siap. Tapi, kami masih mengupayakan langkah hukum," katanya. Setelah Freddy, regu tembak mengeksekusi Seck Osmane. pemasok dan pengedar heroin. Dia ditangkap dan divonis mati lantaran memiliki 2,4 kilogram heroin siap edar. Dia sebelumnya telah mengajukan PK dua kali, namun ditolak. Eksekusi ketiga dilakukan terhadap Michael Titus, warga negara Nigeria.

Dia didakwa atas kepemilikan narkotika jenis heroin seberat 5,8 kilogram dan divonis hukuman mati pada 2003.  Terakhir, tim regu tembak mengeksekusi Humprey Ejike. Warga asal Nigeria ini, kata Rachmad, mengedarkan narkoba dengan modus membuka warung makan. "Itulah alasan saya untuk mengeksekusi mereka," Rachmad. "Ini bukan kerjaan menyenangkan, ini kerjaan menyedihkan. Kami atas nama tim ikut belasungkawa sebesar-besarnya."(Tempo)

Michael Jackson Pernah Diperkosa Sewaktu Masih Kecil
Saya Tidak Melihat Ada Yang Salah Pergian Tanpa Bra
6 Lifter Peraih Medali Olimpiade 2012 Positif Doping






Selasa, 26 Juli 2016

Satu Desa Ini Warganya Mengalami Idiot dan Tewas Kelaparan


GULA77 - Sebanyak 54 warga di satu desa, di Ponorogo, Jawa Timur, mengalami gangguan mental dan hidupnya sangat miskin. Puluhan warga di desa ini hidup bergantung dari bantuan orang lain, baik untuk makan dan semua kebutuhannya. Saat sakit, warga miskin ini tak bisa berobat, hingga tujuh di antaranya meninggal. Perangkat desa setempat juga kesulitan menangani, karena bantuan bagi warga miskin di desa ini telah dihentikan sejak dua tahun terakhir.

Seperti terlihat pada Senen, salah seorang warga miskin yang tinggal di Desa Pandak, Kecamatan Balong, Ponorogo. Dia tinggal di gubuk berukuran 3x2 meter, tanpa penerangan. Senen menderita retardasi mental atau idiot parah, dan tak diobati oleh keluargnya. Selama puluhan tahun dia dibantu oleh saudara dan tetangga kanan kirinya. Dia diberi makan ala kadarnya. Kini, setelah 50 tahun berlalu, kondisinya sangat mengenaskan.

Selain miskin, dia menderita sakit. Dia juga tak memiliki istri ataupun anak. Tak ada yang mau merawatnya. Dia juga tak punya biaya untuk berobat. Selain Senen, ada lagi Paerah, perempuan berumur sekitar 40 tahunan. Dia juga idiot. Tak bisa bekerja, dan tak bisa bicara dan tak bisa berkomunikasi. Dia hanya bisa hanya senyum senyum. Kebutuhan sehari-harinya, dicukupi saudara dan tetangga.

Senen dan Paerah adalah sebagian dari sekitar 54 warga Desa Pandak yang mengalami retardasi mental atau idiot. Konon, penyakit ini terjadi akibat kemiskinan di desa ini sekitar 70 tahun silam. Karena daerah yang tandus, dan miskin, banyak bayi tumbuh kurang gizi bahkan idiot. Para pengidap retardasi mental ini pernah mendapat penanganan dan bantuan dari Kementrian Sosial dan Pemkab Ponorogo.

Para penderita diberi makan dan kebutuhan hidup. Juga fasiltas perawatan kesehatan gratis bagi warga idiot. Namun sejak dua tahun terakhir, semua bantuan tersebut dihentikan. Akibatnya, saat ada warga idiot yang sakit tak bisa berobat. Sedikitnya, sudah enam prang warga miskin idiot sakit tak tertolong dan akhirnya tewas. Kondisi orang idiot ini rentan, tidak sehat, tidak bisa mencari nafkah, dan hanya bergantung pada orang lain.

Salah seorang yang meninggal diketahui bernama Mbah Japlik. Dia meninggal karena kemiskinan yang dideritanya, dan idiot yang dialaminya. Tidak ada yang mau merawatnya ketika dia sakit, dan tak ada makanan untuk dimakan. Pemerintah desa setempat sudah memberi bantuan, namun sangat terbatas. Mereka berharap, pemerintah memberi perhatian kepada warga miskin ini. Selain bantuan makanan, juga bantuan berobat gratis.(sindo)

Cewek Dibekuk, Curi Perhiasan Batu Alam di Serpong
Justin Timberlake Ditampar Fans di Turnamen Golf
Susy 'Ratu Bulutangkis' Jadi Teladan Pemain China





Senin, 25 Juli 2016

Ular Piton Raksasa Sepanjang 8 Meter Gegerkan Warga


GULA77 - Warga Dusun Jenematallasa, Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan ular piton raksasa sepanjang 8 meter. Ular tersebut diketahui keluar dari hutan yang jaraknya cukup dekat dengan permukiman. Ular itu juga diduga hendak memangsa hewan peliharaan warga setempat.

Warga setempat memang sering mengeluh lantaran hewan peliharaan mereka kerap hilang, sehingga para warga menduga hal tersebut disebabkan oleh ular itu. Warga setempat, Daeng Raga, mengatakan bahwa memang akhir-akhir ini beberapa warga resah karena sering kehilangan ternak. "Memang sudah sering masyarakat kehilangan sapi, mungkin ular ini yang makan," katanya, Selasa (19/7/2016).

Dia juga menambahkan akan membawa ular tersebut kepada instansi terkait untuk ditangkarkan agar tidak mengganggu para penduduk. "Kami akan bawa ke pihak berwenang supaya tidak makan sapi warga," tambahnya. Penangkapan ular tersebut cukup dramatis karena terus mengamuk pada saat hendak dijinakkan dan sempat membuat panik. Namun, setelah tiga jam ular piton berwarna kecokelatan tersebut akhirnya bisa dijinakkan dan menjadi tontonan warga setempat.(sindo)

Razia Tempat Hiburan Malam 21 Orang Diamankan
Charlie Sheen Akan Dokumentasikan Kehidupannya
Lin Dan Mengeluh Kondisi Venue Bulutangkis 






Sabtu, 23 Juli 2016

Kapolres Wilayah Perbatasan Indonesia Diminta Perketat Pengawasan


GULA77 - Rawannya tindak kejahatan dan barang ilegal di pintu masuk perbatasan RI-Malaysia menjadi perhatian khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Hal itu ditunjukkan dengan adanya perintah kepada sejumlah polres yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Musyafak membeberkan adanya perintah tersebut.

Menurut jenderal bintang satu ini, sejumlah kapolres di wilayah perbatasan yang dipanggil adalah Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu. "Tujuannya untuk memperketat pengawasan di daerahnya. Berdasarkan data yang ada dua bulan terakhir ini saja, jumlah kasus narkoba yang masuk melalui perbatasan mencapai 50 kilogram sabu-sabu dan puluhan ribu pil ekstasi,” ujar Musyafak, Sabtu, 23 Juli 2016.

Musyafak menjelaskan, peristiwa seperti ini tidak boleh dianggap biasa saja. Akan tetapi ia berharap perlu perhatian semua pihak. “Bisa dibayangkan jika satu orang menggunakan satu gram sabu maka ada 50 ribu orang Kalimantan Barat yang teracuni,” Musyafak mengingatkan. Musyafak mengatakan, sejumlah barang ilegal juga masuk ke perbatasan.

Salah satunya narkoba yang isinya seperti gula refinasi, yang belum layak dikonsumsi. Dampaknya tidak sedikit warga Kalimantan Barat yang terkena penyakit diabetes atau kencing manis. “Barang ilegal lainnya membahayakan kesehatan masyarakat adalah masuknya daging sapi dari luar yang belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku,” kata Musyafak.

Oleh karena itu, Musyafak berharap kapolres harus lebih memperketat wilayah perbatasan. Utamanya adalah di sepanjang garis sepadan yang terdapat 52 jalan setapak atau jalan tikus di perbatasan RI-Malaysia di Kalbar yang bisa menghubungkan 32 kampung di Malaysia. “Semua itu disampaikan pada acara video conference dengan para kapolres jajaran Polda Kalbar,” kata Musyafak.

Masalah perbatasan, kata Musyafak, menjadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo. “Kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan Presiden. Memerintahkan jajaran untuk bersinergi dengan instansi lain yang ada kewenangan di perbatasan seperti Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan unsur TNI yang sedang menjaga perbatasan untuk sama-sama menjaga wilayah Indonesia dari pengaruh masuknya barang barang ilegal dari Malaysia,” ujarnya.

Musyafak berharap, warga masyarakat di wilayah perbatasan untuk sama-sama menjaga wilayah perbatasan agar tidak dimasuki barang-barang yang dapat merusak kesehatan masyarakat. “Kita harus bangga dengan produk dalam negeri yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar,” kata Musyafak.(Viva)

Kepsek Paksa Bu Guru'Begituan' di Kebun Sawit
Goyang di Gay Club, Sheila Marcia Mengaku Bersalah
Venue Olimpiade 2016 Digunakan Syuting Film Porno



Jumat, 22 Juli 2016

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Kualitas 1.000 Guru di Merauke


GULA77 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru. Salah satunya memberikan bantuan peningkatan kualifikasi kepada sekitar 1.000 guru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Langkah itu dilakukan Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Merauke.

Direktur Jenderal GTK Sumarna Surapranata mengungkapkan untuk meningkatkan kualifikasi guru di Merauke, Kemendikbud akan memberikan bantuan kepada sekitar 1000 orang guru yang ingin melanjutkan pendidikan S-1 di Kabupaten Merauke. Untuk melanjutkan pendidikan ke S-1, kata dia, guru dapat mengambil program Penggalian Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB).

Pranata mengungkapkan, hal tersebut merujuk Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 58 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana (S1) Kependidikan Bagi Guru Dalam Jabatan. Pasal 5 ayat 7 menyatakan perguruan tinggi dapat memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja dan hasil belajar yang pernah diperoleh sebelumnya, baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal.

“Dengan program PPKHB, guru yang melanjutkan pendidikan S-1 dapat ditempuh lebih singkat, karena hanya berkewajiban menempuh sekitar 33% dari SKS yang semestinya. Program ini juga dapat dilakukan secara tatap muka maupun jarak jauh,” tutur Sumarna melalui siaran persnya, Kamis (21/7/2016).

Dia menjelaskan, guru di Kabupaten Merauke dapat melanjutkan pendidikan S-1 ke  Universitas Cenderawasih, Universitas Terbuka, Universitas Musamus, dan Kelompok Kerja yang programnya dilaksanakan di Merauke melalui mekanisme PPKHB. “Guru yang melanjutkan studi S-1 wajib mendapatkan izin dari kepala dinas pendidikan setempat, dan tidak diperkenankan meninggalkan tugas,” kata Sumarna.

Untuk mengantisipasi kekurangan guru, kata dia, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke mengangkat guru kontrak sebanyak 199 orang guru untuk SD, dan 25 guru untuk SMP. Dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kualifikasi guru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, yang belum menyandang strata 1 (S-1) pada jenjang taman kanak-kanak (TK) 192 guru, sekolah dasar 983 guru, sembilan guru sekolah luar biasa (SLB), 164 guru sekolah menengah pertama (SMP), 47 guru sekolah menengah atas (SMA), dan 52 guru sekolah menengah kejuruan (SMK).(sindo)

Akhirnya... Bos Snapchat Resmi Melamar Miranda Kerr
Tour de Singkarak 2016 Diikuti 25 Tim dari 30 Negara
Ketegangan Diantara China dan India Semakin Memanas