Minggu, 09 Oktober 2016
Demi Hidupi Dua Anak, Wanita ini Nekat Jual Ginjal Rp200 Juta
GULA77 - Seorang warga RT 01 RW 3 Desa Pepedan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Estriyati (38), terpaksa menjual ginjalnya sendiri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ibu dua anak ini akan merelakan ginjalnya jika ada yang mau membeli dengan harga Rp200 juta.
Estriyati merasa putus asa dengan beban hidup yang diembannya sehingga nekat mengiklankan penjualan ginjalnya melalui sebuah rubrik di sebuah media harian lokal empat hari lalu. "Kalau ada yang mau, saya mau jual Rp200 juta. Ini terpaksa karena butuh biaya untuk hidup sehari-hari," kata Estriyati, Minggu (9/10/2016).
Estriyati mengaku butuh biaya untuk menghidupi dan menyekolahkan kedua anaknya, Salma (11) dan Satrio (3). Salma saat ini duduk di bangku kelas 4 SD. Selain itu, Estriyati juga terjerat utang hingga puluhan juta rupiah.
"Saya bingung. Buat makan sehari-hari saja susah. Utang juga sudah banyak, sampai-sampai tidak boleh pinjam uang lagi," katanya sembari terisak. Kehidupan Estriyati mulai sulit sejak tak lagi menjadi perangkat desa pada 2012 karena mengundurkan diri.
Beban hidupnya bertambah berat setelah sang suami meninggalkannya tiga bulan lalu karena ada permasalahan keluarga dan tidak pernah lagi memberi nafkah. Sejak itu, Estriyati lebih banyak menggantungkan diri dari pinjaman tetangga dan penghasilan ibunya sebagai tukang pijat yang tidak menentu.
Kakak dan adik-adiknya, menurut Estriyati, sudah memiliki kehidupan masing-masing sehingga sulit membantu secara rutin. "Ini saya juga tinggalnya numpang di rumah orangtua," ungkapnya. Estriyati juga mengaku sudah berupaya untuk mencari pekerjaan apa saja agar bisa mendapat penghasilan. Namun, upayanya itu selalu mentok.
Pernah mendapat pekerjaan, namun terpaksa keluar karena tak diperbolehkan oleh majikannya membawa anak keduanya yang masih berusia balita. "Sudah cari kerja ke mana-mana, apa saja, tapi tidak dapat. Tiap hari sudah ke mana-mana." (sindo)
Pejabat ini Digerebek Istrinya Dan Orang Sekampung
Perusahaan Tempe Asal AS, “Smiling Hara Tempeh”
Dilarang Berpolitik, Maia Digantikan Sophia Latjuba
Jumat, 07 Oktober 2016
Maraknya Penggunaan Mahkota, Cenderawasih Semakin Terancam Punah
GULA77 - Keberadaan Burung Cenderawasih di Provinsi Papua kini sudah terancam punah. Terlebih lagi dengan maraknya perburuan hewan yang dikenal sebagai burung surga itu. Demi kepentingan pembuatan mahkota Cenderawasih, misalnya. Bagian burung Cendrawasih bisa digunakan untuk penyambutan tamu negara ataupun hiasan penari.
Kendati telah keluar spernyataan dari orang nomor satu di Papua untuk tidak lagi menggunakan mahkota Cenderawasih yang asli, kenyataannya hingga kini tak sedikit yang masih belum memahami status populasi burung Cenderawasih yang terancam punah ini.
Bahkan, Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) melihat bahwa untuk Papua sendiri, baru Gubernur Lukas Enembe, Bupati Yapen, Tony Tesar serta Kadis Kehutanan, Jan Ormuseray yang mengeluarkan pernyataan untuk tidak lagi menggunakan mahkota yang asli. Namun pernyataan tersebut belum bisa dijabarkan secara baik di lapangan.
"Kami berpendapat seperti itu, lihat saja kemarin dalam festival Destika di Kalkote, Kampung Harapan, Sentani lalu penjemputan bendera duplikat PON di Bandara Sentani termasuk dalam perayaan HUT TNI kemarin di Kodam tidak sedikit orang yang bangga dengan bangkai di atas otak mereka," kata Ketua FPPNG, Fredy Wanda di Abepura, Jumat (7/10/2016).
FPPNG menambahkan, pernyataan gubernur mestinya disambut oleh tim tari yang menggunakan mahkota cenderawasih. Selain itu, kepala daerah juga perlu menunjukkan komitmennya untuk menjaga kelestarian burung surga ini dengan memberikan teguran langsung.
"Jika berbicara soal konservasi kami pikir teguran atau himbauan ini harus terus disampaikan, jangan tunggu hingga Cenderawasih punah dan menjadi bangkai diratusan kepala orang yang tidak paham baru membuat kita sadar," katanya. Fredy yang baru saja pensiun dari Polhut Dinas Kehutanan Papua mengatakan, ketika izin pengelolaan hasil hutan tidak sebanyak sekarang, di setiap hektar tanah masih bisa ditemukan 2-3 ekor Cenderawasih.
Dikatakan Fredy, Cenderawasih seluruhnya memiliki 14 jenis dengan 43 spesies yang tersebar di Papua, Papua New Guinea (PNG) hingga Australia. Namun, 28 diantaranya bisa ditemukan di Papua. Cenderawasih sendiri menjadi hewan yang dilindungi sesuai dengan Undang-undang nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. .
Selain itu, burung tersebut masuk dalam status Citex Appendix 2 yang artinya bisa dipakai untuk penelitian dengan jumlah yang sangat terbatas. Tak hanya itu pemanfaatannya juga harus mengantongi ijin dari BBKSDA sehingga tidak semuanya bisa dimanfaatkan meski untuk penelitian.(okezone)
Rabu, 05 Oktober 2016
Diduga Ular Siluman, King Cobra 6 Meter Resahkan Warga Pangandaran
GULA77 - Warga Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang diresahkan dengan penemuan ular cobra king berukuran besar di lokasi Pohon Dahon Muara Nusawiru. Salah satu warga setempat Sri Wahyuni (25) mengatakan, ular tersebut diperkirakan memiliki panjang 6 meter dengan diameter 50 centimeter sangat meresahkan warga setempat.
“Kami resah lantaran takut ular itu memangsa manusia dan kami mensinyalir di rumpun pohon dahon itu masih banyak ular yang sejenis dengan ukuran yang lebih besar,” kata Sri Wahyuni. Atas kejadian tersebut warga langsung melaporkan ke pemerintah desa setempat supaya bisa mengatasi permasalahan itu.
“Kami sudah lapor ke Pemerintah Desa dan langsung ditindaklanjuti ke BPLH supaya tidak menimbulkan korban,” tambahnya. Sementara Tatang warga lainnya mengatakan, munculnya ular di lokasi Pohon Dahon tersebut diluar nalar manusia, dia mensinyalir ular tersebut ular siluman atau ular jadi-jadian.
“Lokasi Pohon Dahon itu dekat dengan lokasi Bandara Nusawiru, dulu sebelum Nusawiru jadi Bandara hutan belantara dan tempat berkumpulnya para siluman,” kata Tatang. Setelah Bandara berdiri, maka hewan liar seperti ular dan yang lainnya berpindah tempat ke rumpun Dahon. “Mungkin ular itu terus berkembang biak hingga akhirnya membesar dan beranak di Pohon Dahon,” tambah Tatang.(sindo)
Warga Kemang Temukan 2 Hewan Mematikan Saat Banjir
Pemutar Film Porno di Videotron Ternyata Ahli ITE
Joe Taslim Ingin Main Film Komedi Indonesia
Senin, 03 Oktober 2016
BMKG Lampung : Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ini
GULA77 - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memberikan peringatan terhadap warga masyarakat Lampung agar waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer, terpantau indikasi munculnya potensi (hujan lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang) di sekitar wilayah Lampung dan sekitar perairannya dalam periode 3-4 hari ke depan.
"Untuk itu masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Kepala BMKG Lampung Sugiyono.
Pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 2,0 meter – 5,0 meter di perairan barat Lampung hingga perairan Bengkulu, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan dan barat.
Untuk wilayah yang sudah sering tergenang banjir harus lebih meningkatkan kewaspadaan dini. Curah hujan sudah cukup tinggi dan ekstrem, banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja.
Apabila pada saat hujan turun dan tanah resapan sdh jenuh maka akan mudah akan terjadi banjir.
Kewaspadaan terhadap bangunan tua, papan reklame, billboard dan pohon yang bercabang dan tua perlu dilakukan. “Jangan sampai terjadi korban akibat cuaca ekstrem tersebut,” ujarnya.(viva, 4/10)
Pemkot Jak- Bar Menyerah Tangani PKL di Asemka
ABG Dibohongi Janinnya Laku Dijual Rp 14 Miliar
Polisi Paris Buru Kawanan Perampok Kim Kardashian
Sabtu, 01 Oktober 2016
Puluhan Motor Dibakar Massa di Tulangbawang
GULA77 - Puluhan sepeda motor rusak dan terbakar akibat amuk massa yang terjadi di areal perkebunan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) di Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, Sabtu, 1 Oktober 2016.
Kejadian itu membuat suasana Tulangbawang mencekam. Ribuan massa yang mengatasnamakan Himpunan Tani Korban Penggusuran BNIL (HTKPB) mengamuk dan mengobrak-abrik Pos PAM swakarsa PT BNIL.
Massa yang tersulut emosi membakar sedikitnya 56 unit sepeda motor berbagai merek milik PAM swakarsa, puluhan tenda, dan satu unit traktor milik PT BNIL. Usai melampiaskan kemarahan, massa membubarkan diri. Polres Tulangbawang menurunkan ratusan personel untuk mengamankan lokasi kejadian.
Polisi juga mengambil sejumlah barang bukti untuk proses penyelidikan. Diantaranya adalah sepeda motor yang rusak dan dibakar massa. Puluhan kendaraan roda dua itu diangkut ke Mapolres Tulangbawang menggunakan truk.
Kasat Sabhara Polres Tulangbawang Ajun Komisaris Ladi menerangkan, polisi berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bentrok susulan. Sementara itu, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin dikabarkan sedang dalam persiapan meluncur ke lokasi kejadian.
Hingga saat ini kondisi di Tulangbawang belum sepenuhnya normal meski tidak terlihat kemungkinan terjadi bentrok susulan. Aparat gabungan di lokasi terus berjaga-jaga dan bersiaga untuk mengantisipasi segela kemungkinan.(antara)
Warga Terjaring Operasi Tangkap Tangan
Wanita ini Dibegal Saat Menunggu Becak
Marcella Zalianty Menjabat Ketua Umum PARFI
Jumat, 30 September 2016
Pangdam: Gaji TNI Kurang, Wajar Jadi Korbannya Dimas Kanjeng
GULA77 - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya,Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana mengatakan bahwa wajar ada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergiur dan jadi pengikut Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng yang saat ini jadi masalah.
"Ketua yayasannya saja, Bu Marwah itu profesor, bisa ikut juga. Tentara apalagi, gaji kita kurang, kalau diiming-imingi seperti itu wajar tergiur," kata Pangdam saat cangkrukan bersama insan pers di rumah dinasnya di Raya Darmo Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat malam, 30 September 2016.
Sukadana tak mau menutupi bahwa memang ada anggota TNI aktif yang jadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng. Dia menerima laporan itu dari petugas intelijen di lapangan tentang potensi masalah di padepokan tersebut jauh waktu sebelum jadi heboh sekarang.
"Polisi juga ada yang jadi korban," katanya. Begitu tahu itu, lanjut Sukadana, dia langsung memerintahkan komandan kesatuan anggota yang ikut Dimas Kanjeng agar ditarik dan dilakukan pembinaan.
"Saya sudah lakukan upaya agar anggota tidak berada di situ, agar tidak menjadi penghalang Polri yang akan melakukan tindakan hukum," ujarnya. Jenderal lulusan Akademi Militer 1982 itu menegaskan bahwa anggota aktif yang jadi pengikut Dimas Kanjeng adalah korban penipuan, sama dengan korban-korban lainnya.
"Saya akui ada (anggota TNI aktif) di sana, bahkan ada berpangkat kolonel. Tapi mereka korban, tertipu juga sama dengan korban lain," kata Sukadana.
Soal mantan anggota TNI yang ikut jadi tersangka dugaan pembunuhan anak buah Dimas Kanjeng,
Pangdam menyerahkan sepenuhnya proses hukum mereka kepada Kepolisian. "Saya dengar ada mantan anggota TNI yang jadi tersangka, itu sudah ditangani Polri," ujarnya.(viva)
68 Papan Reklame di JPO di Jakarta Tidak Berizin
Dimas Kanjeng Bayar Eksekutor Rp 320 Juta
Cocok Sama Syahrini Karena Sesama Penyanyi
Rabu, 28 September 2016
Ribuan Sopir di Bali Demo ke Jalan Tolak Taksi Online
GULA77 - Ribuan sopir gabungan dari sopir taksi, maupun aliansi sopir pangkalan transportasi lokal se-Bali turun ke jalan. Mereka mendatangi Gedung DPRD Bali dan Kantor Gubernur Bali. Tujuannya tak lain menolak Uber Taksi, Grab Taksi dan GoCar di wilayah Bali. Massa yang berjumlah sekitar 2.500 orang itu berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Bali.
Begitu tiba di kantor orang nomor satu di Bali itu, mereka langsung duduk bersila. Massa yang seluruhnya mengenakan pakaian adat Bali itu secara tertib mendengarkan perwakilan mereka berorasi. Koordinator Aksi I Ketut Witra menuturkan, aksi kali ini melibatkan 124 perkumpulan taksi dan aliansi taksi se-Bali.
Aksi tersebut dilatarbelakangi berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang mulai berlaku 1 Oktober. Menurut Witra, hingga batas waktu yang ditentukan dalam aturan tersebut tak ada satu pun angkutan berbasis online itu yang memenuhi persyaratan operasional. Di Bali sendiri, Witra melanjutkan, taksi online belum ada satu pun yang memiliki izin, namun fakta di lapangan sudah beroperasi.
"Kami hanya butuh sikap tegas pemerintah. Jangan sampai kami yang di bawah ini justru saling intip, yang tentunya diharapkan tidak ada tindakan anarkis yang terjadi," kata Witra, Rabu, 28 September 2016. Secara tegas Witra memberi deadline kepada pemerintah hingga 3 Oktober agar taksi online tersebut harus diblokir di Bali.
"Batas waktunya dalam aturan hingga 1 Oktober tapi tidak ada yang mengurus izin. Maka, kami mendesak hingga tanggal 3 Oktober, Grab Taksi, Uber Taksi, GoCar harus diusir dari Bali," tegas Witra. "Jika sampai ke luar izinnya, berarti ada oknum dari Organda yang membantu mengurus izinnya. Kita berjuang di sini sampai transport lokal bisa mencari nafkah dengan tenang," kata dia.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Bali, I Ketut Wija yang datang menemui massa mengaku pihaknya sudah cukup tegas dengan menerbitkan surat Gubernur Bali pada 28 Februari 2016. Isi surat itu adalah menyetop seluruh aplikasi taksi berbasis online.
"Langkah hukumnya akan ditindaklanjuti sesuai aturan. Yang jelas, kita mengacu pada ketentuan hukum. Semua harus sesuai aturan," ucapnya. Di tempat sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Ketut Artika menuturkan, pihaknya akan memegang teguh peraturan menteri yang mengatur taksi online sebagaimana disebut di atas.
Jika hingga batas waktu ditentukan tak memenuhi perizinan, maka dianggap ilegal. Ia mengaku institusinya sudah sering melakukan operasi gabungan terhadap taksi online tersebut. Beberapa bahkan sudah ditindak tegas. Ia mengaku akan melaporkan hal ini kepada kementerian di Jakarta.(viva)
Warga Bukit Duri Mampu Bayar Sewa Rusun
Rumah Produksi Ekstasi Digerebek BNN
Tak Mau Kalah, Madonna Unggah Foto Bugil
Langganan:
Postingan (Atom)








