Sabtu, 16 April 2016

Nias Selatan Diguncang Gempa Dua Kali


GULA77 - Masyarakat Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dikagetkan dua kali kejadian gempa. Gempa pertama dengan kekuatan 5 SR dengan kedalaman 10 km pada Minggu (17/4/2016) pukul 01.08 WIB, sementara gempa kedua dengan kekuatan 5,1 SR pada kedalaman 15 km pada pukul 04.09 WIB. "Pusat gempa di laut di 35-37 km Tenggara dari Kabupaten Nias Selatan. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Sumber gempa berasal dari jalur subduksi atau pertemuan lempeng tektonik Hindia Australia dan Eurasia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Menurutnya, meskipun kekuatan gempa cukup kecil namun karena sumber gempa dangkal dan dekat dengan daratan maka gempa dirasakan cukup kuat. "Masyarakat di Nias Selatan merasakan guncangan keras selama 15 detik.

Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa. Tidak ada korban jiwa. Masyarakat masih merasakan gempa susulan," katanya. Sementara di Kepulauan Nias, Mentawai, Siberut, Simeulue dan pulau-pulau di sebelah Barat Pulau Sumatera adalah daerah rawan tinggi dari gempa bumi dan tsunami. Pulau-pulau tersebut terbentuk akibat proses subduksi lempeng tektonik.

"Dalam catatan sejarah gempa dan tsunami, daerah-daerah tersebut pernah mengalami gempa dan tsunami. Masyarakat memiliki kearifan lokal merespon gempa dan tsunami. Namun demikian kearifan lokal saja tidak cukup. Perlu dibarengi dengan mitigasi bencana yang komprehensif," kata Sutopo. Sebagai daerah kepulauan dan aksesibilitas masih terbatas maka perlu terus ditingkatkan sarana prasarana pendukung untuk meningkatkan kapasitas pemda dan masyarakatnya.(Tribun)

Markas Yakuza Digrebek
Komplek Olahraga Mewah
Kontrak Baru Untuk Evra
 






Jumat, 15 April 2016

Surabaya Banjir, Setelah Diguyur Hujan 5 Jam


GULA77 - Jumat, 15 April 2016, Sejak pukul 03.00 hingga pukul 07.30, Kota Surabaya diguyur hujan. Akibatnya, sejumlah daerah terendam banjir. Salah satunya di Jalan Ploso Baru. Jalan raya itu masih tergenang air dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter. Banjir setinggi 20 sentimeter juga menggenangi Jalan Bronggalan Sawah.

Akibatnya, air sampai masuk ke rumah beberapa warga. "Gara-gara air banjir masuk rumah sampai ruang tamu, saya nanti harus bersih-bersih," ujar Suparti, warga Bronggalan Sawah. Banjir juga menggenangi beberapa lokasi di Kota Surabaya, seperti Jalan Sutorejo Timur, Jalan Demak, dan Jalan Kalijudan.

Ketinggian air di daerah-daerah tersebut 15-30 sentimeter. Kepala Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kota Surabaya Sumarno mengaku hujan yang terjadi selama hampir lima jam itu membuat Jalan Kalidami dan Jalan Pesapen terendam banjir. "Tapi semuanya sudah surut sejak pukul 05.00," tuturnya. Air surut itu setelah Satklak PB mengaktifkan pompa air.(Tempo)

Tamara Dijambak OTK
Peruntungan Didunia Iklan
Pelajar Disiram Airkeras




Rabu, 13 April 2016

Suhu Panas Kota Batam Mencapai 34 Derajat Celcius


GULA77 - Suhu udara di Kota Batam Kepulauan Riau panas menyengat dalam beberapa pekan terakhir, bahkan berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Batam suhu mencapai lebih dari 34 derajat celcius. "Suhu maksimum yang dicatat kemarin siang 34,2 derajat celcius," kata Kepala Stasiun BMKG Batam Philips Mustamu, Rabu (13/04). Suhu udara di kota itu terasa lebih panas dibanding hari normal, dengan suhu antara 30-31 derajat Celcius.

BMKG memprakirakan kondisi itu akan terus berlangsung hingga akhir April 2016. Namun, diperkirakan suhu udara tidak akan mencapai 35 derajat Celcius. Selain suhu udara yang relatif tinggi, cuaca panas juga dipengaruhi kelembaban udara yang tinggi di wilayah Batam. "Terasa gerah bukan hanya pengaruh temperatur saja, kelembaban udara yang tinggi dan langit yang tertutup awan secara penuh bisa membuat kita terasa gerah dan panas," kata dia menjelaskan.

Potensi hujan tetap ada, hanya saja peluangnya kecil dan berupa hujan lokal dengan tempo singkat. BMKG memperingatkan masyarakat untuk mengantisipasi aktivitas awan comulus, yakni hujan yang deras dalam tempo singkat dan disertai petir dan guntur serta angin puting beliung. Saat ini, arah angin juga kerap berubah dengan kecepatan yang juga fluktuatif. "Karena sudah masuk kondisi pancaroba maka perlu diwaspadai aktivitas comulus," kata dia.

Philip menjelaskan, cuaca Batam yang panas dan waspada comulus itu tidak terkait dengan fenomena atau musim tertentu, karena wilayah itu tidak memiliki musim. "Batam dan atau Kepri tidak memiliki musim, artinya tidak ada batasan yang jelas antara kemarau dan penghujan, tetapi memiliki tipe hujan equatorial karena memiliki dua puncak hujan yakni Desember hingga Januari dan Mei hingga Juni," jelasnya.(Sentana)

Icon Asia 2016
Pemijat Plus Tewas
Amir Khan Tantang Canelo




Senin, 11 April 2016

Bisnis Narkotik Dikendalikan Seorang Napi Dari Lapas


GULA77 - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita aneka jenis narkotik yang dioperasikan sindikat internasional dan berbasis di Sumatera Utara. Aparat menyita 20 kilogram sabu-sabu, 50 ribu pik ekstasi, dan enam ribu pil happy five. Perdagangan narkotik sebanyak itu dikendalikan TG, seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bandar TG memiliki beberapa anak buah dengan macam-macam peran, antara lain, MR alias Achin (perempuan, 32 tahun) sebagai kurir, HND (laki-laki, 35 tahun) sebagai kurir, AH (laki-laki, 40 tahun) sebagai kurir, dan JT (perempuan, 55 tahun) sebagai semacam bendahara atau pengelola keuangan bisnis haram itu. Bandar TG bekerja sama dengan B (laki-laki, 40 tahun), seorang warga Malaysia yang berperan sebagai distributor narkoba.

B bertransaksi dengan TG dan barang kemudian dikirim lewat jalur laut ke Medan. Narkoba diterima dan disimpan Achin. "Peredaran gelap narkotika yang melakukan penyeludupan melalui jalur laut di Sumut dikendalikan oleh seorang warga negara Malaysia, B (40 tahun), sebagai pendistribusi jaringan Malaysia dan Medan," kata Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Brigadir Jenderal Anjan Pramuka Putra, kepada wartawan di Medan pada Senin, 11 April 2016.

Suarez Sakit Jiwa
Sejoli Merampok
Perwira AS Diadili





Jumat, 08 April 2016

Siswanto Temukan Puluhan Senjata Peledak Saat Hendak Membuat Septic Tank


GULA77 - Siswanto (30), warga Dukuh Kaligawe RT 2 RW 6 Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, menemukan puluhan benda berkarat yang bentuknya mirip mortir. Siswanto menuturkan, semula dia hendak membangun septic tank di dalam rumah bagian belakang. Namun, saat penggalian baru mencapai 50 cm, Siswanto menemukan benda-benda asing di dalam tanah. 

"Saat menggali pada Rabu (6/4) tanahnya runtuh lalu ada benda-benda itu. Posisinya ditumpuk berjejer. Pertama kali saya kira tongkat, ternyata panjang dan agak bulat mirip rudal. Saya kaget dan takut lalu saya kubur lagi baru laporan ke Koramil Pedan," ujarnya, Kamis (7/4/2016). Kadus I Kaligawe Sukamto membenarkan adanya penemuan senjata peledak di rumah Siswanto. Dijelaskan, meski laporan ke Koramil Pedan namun prajurit yang diterjunkan dari Koramil Juwiring.

Sebab, secara administratif Dukuh Kaligawe, Desa Sawahan masuk ke wilayah Kecamatan Juwiring. "Koramil Juwiring langsung ke sini untuk menyelidiki temuan tersebut. Pertama kali dilihat ada 13 buah posisinya berjajar tapi tercecer, setelah diteliti dan dicek ternyata jumlahnya mencapai 25 buah," ucapnya. Sementara itu, Kepala Tim Penjinak Bom dari Brimob Sub Den 1 Detasemen C Pelopor Surakarta Ipda Maruto Jono mengungkapkan, puluhan senjata peledak yang ditemukan Siswanto terdiri dari berbagai jenis, yakni 15 mortir, tujuh granat, dua ranjau, dan satu proyektil meriam ukuran 105 mm.

"Temuan langsung kami amankan ke Mako Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Surakarta di Sukoharjo. Kemungkinan ini peninggalan sisa Perang Dunia II zaman kemerdekaan dulu. Penuturan pemilik rumah dulu sekitar sini ada mess pejuang. Mungkin disembunyikan agar tidak diketahui Belanda," jelasnya.

Menurut Maruto, temuan puluhan senjata peledak di Kecamatan Juwiring termasuk jumlah yang cukup besar di Kabupaten Klaten. Selama ini, temuan senjata peledak sisa perang hanya berkisar 1-2 buah. "Granat tajam kondisi 50 persen enggak aktif. Tapi lainnya terutama mortir 15 buah itu masih berbahaya walau sudah berkarat. Kami amankan ke Mako, nanti di kemudian hari saya disposal, hancurkan," pungkasnya (Sindonews)

Rp100 Juta Lenyap
Pangeran Ingin Leicester
Kembangkan Kereta Siluman 





Rabu, 06 April 2016

6 Penambang Ilegal Ditangkap di Kuantan Singingi


GULA77 - Sebanyak enam penambang emas liar ditangkap anggota Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Selasa (5/4), sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka kedapatan sedang mengeruk sungai buat mendapatkan emas di Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing. "Dari hasil pengungkapan itu, kita berhasil mengamankan enam pelaku berinisial S (40), Su (39), A (29), T (36), NN (37) dan Ad (59)," kata Kapolres Kuansing, AKBP Edi Sumardi.

Dikatakan Edi, ke enam pelaku merupakan warga Desa Sentul, Kecamatan Celuwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari tangan para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti buat mencari emas berupa mesin Dompeng, spiral, karpet, paralon, dan mesin NS 100. "Penangkapan terhadap penambang emas liar tersebut berawal dari laporan masyarakat dan penyelidikan soal adanya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik," kata Edi.

Saat ditemui, polisi melihat enam orang itu sedang menambang ilegal dengan menggunakan Dompeng telah dimodifikasi.  "Para tersangka pun langsung digelandang ke Mapolres Kuansing guna proses penyelidikan dan pengembangan selanjutnya," ujar Edi. Edi meminta warga Kabupaten Kuansing menghentikan penambangan liar yang merusak lingkungan. "Dari awal sudah kami ingatkan, seluruh aktivitas yang merusak lingkungan akan ditindak tegas. Kita sangat komitmen untuk melakukan proses hukum, siapapun pelakunya," pungkas Edi.

Kiper Legendaris Lev Yashin
Mossack Fonseca Dokumen Rahasia
Red Carpet IHEART RADIO



Minggu, 03 April 2016

Lima Bendera Asing Diturunkan Paksa di NTT


GULA77 - Belasan warga Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menurunkan paksa lima bendera negara asing dari pelataran Atlantis Resort Labuan Bajo, Sabtu 2 April 2016 kemarin. Hal itu dilakukan karena pihak resort dianggap telah menyalahi aturan. Kelima bendera itu milik negara Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman dan Perancis.

Selain dianggap menyalahi aturan, pemasangan lima bendera asing ini juga dirasa telah melecehkan bendera Merah Putih, yang dipasang paling kiri dan paling rendah. Aksi pelucutan lima bendera asing itu disaksikan oleh karyarwan Resort. Pemilik resort bintang empat yang beroperasi sejak pertengahan 2015 itu dikabarkan sedang berada di Jakarta. “Kami lalu menyerahkan bendera asing itu ke Koramil Labuan Bajo untuk diamankan,” Kata Bernadus Barat Daya yang memimpin aksi tersebut.

Menurut Barat Daya, selain melanggar PP 41 Tahun 1958 tentang penggunaan bendera asing, pemasangan bendera asing di lokasi wisata yang berjarak hanya 5 km dari Labuan Bajo itu sangat melecehkan NKRI dan merupakan bentuk arogansi dan propaganda asing dalam upaya privatisasi wilayah NKRI di Labuan Bajo.

“Negara harus hadir dalam persoalan ini. Bangsa kita (Indonesia) telah dihina secara terbuka seperti ini oleh bangsa asing. Saya minta tangkap dan pidanakan pemilik Atlantis Resort itu,” kata Dus Barat Daya kordinator Masyarakat Pecinta Pariwisata Manggarai Barat (MPPMB). Berdasarkan informasi yang dihimpun MPPMB, Atlantis Resort digerakan oleh pengusaha asal Jakarta namun saham mayoritas grup Beach Club Plataran itu dimiliki pengusaha lima negara yakni Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman dan Perancis.

 “Tadinya itu punya Italia, tapi sekarang kita dapat informasi sudah dijual ke beberapa pengusaha dari lima negara tersebut. Yang pasti setelah ini kita akan melakukan aksi massa di lokasi wisata yang diduga sudah dikuasai asing juga di dive shop milik asing di Labuan Bajo yang diduga kuat banyak yang illegal. Pariwisata Labuan Bajo harus diselamatkan,” kata Dus Barat Daya. Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, juga mengaku sangat berang dengan pemasangan bendera asing secara sepihak di wilayahnya tersebut.

Ia mengaku tidak pernah mengeluarkan ijin pemasangan bendera asing di Labuan Bajo. “Saya minta pihak berwajib pidanakan pengusaha yang memasang bendera asing tanpa seijin kepala daerah di sini. Saya juga baru dengar Atlantis Resort di Wae Cecu milik asing, setahu saya itu milik pengusaha dari Jakarta,” Kata bupati Gusti Dula. Menurut Dula, Atlantis Resort pernah dikunjunginya pada pertengahan Desember 2015 lalu namun kata dia belum ada bendera asing waktu itu.

“Mungkin dipasang baru-baru ini. Usai Pilkada (9 Desember 2015) saya ke sana dan tidak ditemukan bendera asing. Tapi kapan pun dipasangnya itu pelanggaran dan melecehkan NKRI,” Ujar bupati Dula. Pasal 6 PP No 41 Tahun 1958 disebutkan; dengan tidak mengurangi hak penggunaan bendera kebangsaan asing yang dimaksud dalam pasal 4 sub a dan sub b, maka Kepala Daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila menurut pertimbangannya penggunaan itu dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum.

Dan dalam penjelasan pasal 6 ditegaskan karena Kepala Daerah bertanggung jawab atas ketertiban dan keamanan umum di daerahnya, maka kekuasaan untuk melarang pengibaran bendera kebangsaan asing itu diberikan kepadanya.

Ditemui secara terpisah, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1612 Manggarai, Letkol.Kav. Imron Rosadi mengaku telah menerima lima bendera asing tersebut. Kata Dandim Rosadi, bendera-bendera itu tersebut akan diserahkan kepada pihak Polres Manggarai Barat sebagai barang bukti. “Masalah ini segera kita serahkan kepada pihak Polres Mabar. Itu perbuatan melawan hukum,” ujar Imron Rosadi.

Sponsor Tinggalkan Sharapova 
Selebriti Korea & PSK
Zaskia Gotik Cium Bendera