Minggu, 05 Juni 2016

Gubernur Kalimantan Tengah Ancam Akan Cabut Perusahaan Nakal


GULA77 - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bakal mencabut izin perusahaan tambang, perkebunan kelapa sawit, ataupun pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) yang menyerobot areal lahan negara. "Saya sudah bertanya dengan pihak TNI AU apakah bisa dilakukan pemetaan dari udara dan mereka bilang bisa.

Karena itu bila memang nantinya ada perusahaan yang overlap ya kita akan cabut izinnya," kata Sugianto di Palangkaraya, Ahad, 5 Juni 2016. Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, Sugianto akan meminta semua perusahaan yang ada di Kalimantan Tengah untuk memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) di Kalimantan Tengah.

Dia juga akan mendata ulang semua alat berat milik perusahaan perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan HPH untuk dipungut pajaknya agar masuk kas daerah. Sugianto juga berencana mewajibkan semua perusahaan baik perkebunan, pertambangan, HPH dan rekanan pemerintah untuk membuka rekening di Bank Kalteng, bank milik pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diharap bisa menggenjot pembangunan di Kalimantan Tengah. Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Ariex Vam Rompas mengatakan, bila menyangkut masalah peta, hal itu merupakan indikator tentang buruknya tata kelola perizinan. “Menurut saya peta itu hanya salah satu indikatornya saja tapi yang lebih penting yakni menjawab teknologi untuk memastikan soal kesesuaian antara lokasi dilapangan dengan izin yang diberikan," katanya.(Tempo)





Jumat, 03 Juni 2016

Mahasiswa Ditangkap Petugas Saat Menjual Elang Langka


GULA77 - Seorang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Kota Malang, Jawa Timur, ditangkap saat menjual burung elang langka, jenis Ular Bido (Spilornis cheela bido). Pemudia berinisial AN itu menjual burung berusia satu tahun itu dengan harga Rp250 ribu. Penangkapan AN dilakukan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Resor Wilayah Malang pada Kamis 2 Juni 2016.

"Saya menjual itu untuk ganti ongkos pakan saja,” kata AN, Jumat 3 Juni 2016. Pemuda ini mengaku, Elang Ular Bido didapatnya dari rekannya di Surabaya yang kebetulan menemukan sarang Elang Ular Bido di atap gedung. Rekannya mengaku ada lima ekor saat itu, namun hanya dua yang berhasil ditangkap. Petugas BKSDA Edy Kurnia mengatakan perdagangan satwa secara online marak di Malang. Mereka menggunakan media online untuk berdagang satwa eksotis dan dilindungi.

"Tersangka dan barang bukti kami bawa ke BSKDA Jawa Timur di Surabaya,” katanya. Sementara itu, Ketua ProFauna, Rosek Nursahid, mengaku telah mengamati perdagangan elang bido di media online sejak lama. Tersangka AN menawarkan melalui situs jejaring sosial. Selanjutnya, Profauna melaporkan temuan itu ke BKSDA Resor Wilayah Malang. Rosek juga tak percaya dengan pengakuan tersangka yang mendapat elang Ular Bido dari Surabaya. Menurutnya, habitat elang Ular Bido berada di Probolinggo, Lumajang, dan Malang Selatan.

"Elang Bido membuat sarang di pohon tinggi, bukan di atap gedung," katanya. Sebab itu, umumnya elang Ular Bido  hanya meliputi kawasan Taman Hutan Raya R. Soerjo, Gunung Kawi, Gunung Banyak, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sebaran elang bido luas, setiap hari jelajahnya mencapai 30 kilometer. Namun belum ada data populasi ilmiah di alam. Elang bido merupakan satwa yang terancam punah dan statusnya dilindungi. "Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta," kata Rosek.(Viva)

Cinta & Dendam Motif Pembunuhan
Artis RS Ditangkap Polisi
Muhammad Ali Dirawat



Selasa, 31 Mei 2016

Kronologi Kerusuhan Lapas di Gorontalo


GULA77 -  Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Gorontalo rusuh pada Rabu dini hari, 1 Juni 2016. Seorang polisi ditikam napi yang belum diketahui identitasnya dalam peristiwa itu. Polisi yang ditikam terluka pada kedua pahanya. Polisi yang hendak menangkap pelaku justru diserang para narapidana yang membalas dengan lemparan batu dan bom molotov. Kerusuhan itu dipicu kejadian penikaman penghuni Lapas pada Selasa malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang napi menikam seorang polisi yang sedang mengawal tahanan dimasukkan ke dalam lapas itu.

Polisi yang hendak menangkap napi itu justru diserang napi lain. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo, Agus Subandiyo, menjelaskan pemicu kerusuhan itu pecah. Awalnya, sebanyak 20 tahanan Kejaksaan Negeri Limboto masuk ke dalam Lapas pada Rabu petang, setelah mereka menjalani sidang. Seharusnya, sesuai prosedur, mereka diantar petugas Kejaksaan dan dikawal aparat Kepolisian. Ternyata para tahanan itu masuk Lapas hanya dikawal polisi dan tanpa didampingi petugas Kejaksaan.

Ketika aparat masuk ke Lapas, dua di antara polisi itu tak sengaja bersenggolan dengan seorang narapidana bernama Edi Nurkamidi. Dia baru kembali dari mengambil obat di Poliklinik Lapas. “Terjadi adu mulut, dan Polisi tersebut sempat menendang tahanan itu, kemudian seketika itu juga Polisi tersebut dikeroyok oleh warga binaan dan sempat terluka, yang diduga (dilukai) menggunakan sanjata tajam,” kata Agus Subandiyo. Kepala Lapas Gorontalo, Fernando, segera berkoordinasi dengan Polda Gorontalo agar dikerahkan lebih banyak personel untuk meredam kerusuhan itu.

Situasi sempat terkendali setelah aparat Brigade Mobile (Brimob) dan Satuan Sabhara Polda Gorontalo datang ke Lapas. Setelah situasi benar-benar aman dan para warga binaan alias narapidana sudah terkunci, pasukan Polisi bergerak ke dalam Lapas untuk menjemput tahanan yang bersenggolan dengan aparat itu. “Ketika Polisi akan masuk ke Lapas, ternyata sebagian besar warga binaan sudah berada di luar kamar di sekitar blok untuk berhadap-hadapan dan melawan petugas Kepolisian,” ujar Subandiyo. Aparat Brimob dan Sabhar masih berjaga-jaga di luar tembok Lapas hingga Rabu dini hari. Tetapi para narapidana belum dapat dimasukkan ke kamar masing-masing.(Viva)

Gadis Garut Diperkosa
Jackie Chan Nyaris Tewas
Ratchanok Intanon Minta Maaf






Senin, 30 Mei 2016

Bocah 12 Tahun Nyaris Jadi Santapan Ular Piton Raksasa


GULA77 -  Seorang bocah lelaki di Desa Dodafa Kabupaten Halmahera Timur Maluku Utara nyaris dimangsa oleh ular piton berukuran panjang tujuh meter, Senin, 30 Mei 2016. Kesaksian Alfian, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ular piton raksasa itu muncul saat ia hendak menuju sungai bersama ibunya untuk mengambil air minum. Kata Alfian, ular besar itu tiba-tiba muncul dari samping kirinya dengan kepala setengah terangkat hendak menyerang.

"Saya langsung bataria (berteriak) saya punya mama, kalau ada ular besar di jalan mau gigit saya jadi mama jangan dulu jalan kamari," ujarnya sembari mempraktikan caranya menghindari dari ular piton besar tersebut. Mendengar informasi itu, warga setempat pun berupaya menangkap ular berukuran besar tersebut. Sempat terjadi perlawanan. Namun beruntung, ular tak berbisa itu berhasil ditaklukkan dengan campuran aroma bawang putih dan tembakau.

Epson Harbata, paman Alfian, mengatakan bila di kawasan hutan desanya memang banyak bersarang ular piton. Bahkan pengakuan warga ada yang lebih besar dari yang ditangkap warga saat ini. "Kejadian ini sudah berulang kali. Ada warga yang pergi ke kebun mendapati ular seperti ini dan jauh lebih besar dari pada ular yang tong tangkap," katanya.(Viva)





Sabtu, 28 Mei 2016

Lokalisasi Jadi Target Pemerintah Untuk Segera Ditutup


GULA77 - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan pemerintah hingga kini masih kukuh untuk terus melakukan upaya penutupan wilayah lokalisasi. Hal ini dianggap penting karena prostitusi dianggap dapat memantik berbagai permasalahan kompleks di tingkatan masyarakat dengan dampak yang luas. "Pemerintah terus melakukan penutupan lokalisasi prostitusi di seluruh Indonesia.

Pada lokalisasi prostitusi memang terdapat permasalahan yang sangat kompleks, baik berupa eksploitasi seksual, perdagangan manusia, serta tindak kekerasan," kata Khofifah, Minggu, 29 Mei 2016. Khofifah menambahkan, lokalisasi prostitusi di Provinsi Jawa Timur terus berkurang. Kini yang tersisa dan teridentifikasi pemerintah berada di daerah Mojokerto. Pada bulan Juni 2016 mendatang,

Khofifah berharap lokalisasi tersebut bisa dilakukan penutupan. "Lokalisasi prostitusi di daerah Mojokerto ditargetkan pada 1 Juni 2016 ini bisa segera dilakukan proses penutupan," kata dia. Menurut Khofifah, pemerintah tidak hanya melakukan upaya penutupan lokalisasi prostitusi, melainkan menyiapkan perangkat aturan berupa regulasi agar tercipta pola hidup dari tidak sehat beralih menjadi hidup sehat.

Sementara terkait peredaran minuman keras dan minuman beralkohol, kata dia, perlu ditata ulang dengan regulasi yang lebih ketat. "Ini bukan soal pencabutan, melainkan proses regulasi terhadap Peraturan Daerah agar lebih restrik dan berada di kawasan hotel bintang lima. Sehingga, perlu ada revisi sesuai yang ditimbulkan baik kejahatan maupun tindak kekerasan," kata dia.(Viva)

Jakarta Tempo Dulu II
Memiliki Nicole Kidman
Masuk Skuat Olimpiade




Kamis, 26 Mei 2016

Pasar Terbesar di Kota Malang Kebakaran


GULA77 - Pasar Besar di Kota Malang, Jawa Timur, kebakaran pada pukul 03.00 WIB, Kamis, 26 Mei 2016. Proses pemadaman melibatkan belasan mobil pemadam kebakaran berlangsung hingga lebih 12 jam. Pemerintah setempat menyiapkan relokasi sementara bagi pedagang yang kiosnya terbakar. Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan fokus pemerintah sekarang mendata kios yang terbakar dan menyiapkan lokasi relokasi sementara selama kios mereka dalam pembenahan. Lokasi relokasi disiapkan di barat dan timur Pasar Besar.

"Jika memungkinkan relokasi akan dilakukan besok, lokasinya di sekitar Pasar Besar saja. Ini untuk kios yang terbakar," kata Wahyu Setianto. Dinas belum bisa menghitung berapa banyak kios yang terbakar dan besar kerugian akibat kebakaran itu. Soal ganti rugi masih akan dibicarakan lintas sektor. Selama ini pedagang membayar retribusi sebanyak Rp200 hingga Rp 2.000 per kios per hari. Ada sekitar 1.700 pedagang. “Tetapi tak semua pedagang mau bayar retribusi setiap hari," kata Kepala Pasar Besar, Harianto.

Dari survei kecil, Pemerintah Kota menyebut perputaran uang di Pasar Besar mencapai Rp1 miliar per hari. Pasar Besar menjadi rujukan pedagang dari kota lain di Jawa Timur untuk mencari barang dalam jumlah besar. Kegiatan jual beli berhenti total sepanjang hari akibat kebakaran yang berlangsung lebih 12 jam itu. Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang, Rif’an Yasin, menyebut ada 5.000 pedagang yang memiliki kios di dalam Pasar Besar. Laporan sementara menyebutkan kebakaran merusak 30 kios di dalam Pasar Besar.

Ratusan pedagang lain menderita kerugian akibat proses pemadaman. Rif’an memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. Dari puluhan kios yang terbakar, juga ribuan kios lain yang rusak akibat proses pemadaman api. "Kalau seperti ini bisa miliaran rupiah. Tapi setahu saya sedikit terjadi penjarahan," katanya. Pedagang berharap pemerintah bisa cepat belajar dari kebakaran hari ini. Menurutnya, pedagang sempat melaporkan hydrant air yang tidak berfungsi. Namun laporan itu tidak ditanggapi hingga terjadi kebakaran. Akibatnya mobil pemadam kebakaran harus mengambil air dari hydrant lain yang lokasinya di luar Pasar Besar.(Viva)





Selasa, 24 Mei 2016

2 Pendaki Yang Sempat HIlang di Semeru Akhirnya Ditemukan


GULA77 - Zirli Gita Ayu Safitri (17), pelajar asal Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, dan Supyadi (27), asal Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Cirebon ditemukan selamat setelah hilang selama lima hari saat mendaki Gunung Semeru.  Mereka ditemukan dalam kondisi lemas, namun masih bisa berjalan. Proses evakuasi diperkirakan berlangsung selama lima jam. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua penyintas sekitar pukul 16.05 di kawasan air terjun Gunung Boto di Dusun Tawon Songo Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang.

Kawasan itu berada di luar jalur pendakian dan dikenal sebagai jalur penduduk setempat untuk naik ke Semeru. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan diperkirakan penyintas akan tiba di Dusun Tawon Songo petang ini. "Kondisi penyintas selamat meskipun lemas, mereka masih bisa berjalan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono, Selasa 24 Mei 2016. Ketika ditemukan, kondisi penyintas sehat walaupun lemas. Pasokan air dari air terjun Gunung Boto membuat mereka tak mengalami dehidrasi.

Penyintas juga dikabarkan memakan ares atau batang pohon pisang untuk bertahan hidup. Tim SAR memberikan asupan nutrisi untuk memulihkan kondisi mereka sebelum berjalan turun ke Tawon Songo. "Penyintas akan dibawa ke Ranupani. Disana kerabatnya sudah menunggu," katanya. Awalnya pencarian sempat dilakukan di sekitar Sumber Mani dan kawasan Blank 75 yang dikenal memiliki banyak jurang curam. Dua penyintas ditemukan di kawasan air terjun Gunung Boto, kawasan di luar jalur pendakian.(Viva)

Jadi Korban Pengeroyokan
Tom Cruise Jual Mansion
Terancam Dicoret Dari Olimpiade