Minggu, 10 Juli 2016

Ribuan Kendaraan Membludak di Dermaga Pelabuhan Bakauheni


GULA77 - Ribuan kendaraan pemudik baik roda dua maupun roda empat memadati antrean di tolgate sepanjang 500 Meter. Membludaknya pemudik bermotor pada arus balik ini dikarenakan masa libur perkantoran sudah berakhir. Sekitar 30.000 kendaraan roda empat dan dua akan menyeberang ke pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung, Minggu 10 Juli 2016. Pihak ASDP memprediksi puncak arus balik terjadi pada hari ini, mulai dari siang sampai malam hari, karena Senin besok sudah mulai beraktivitas kerja.

Sampai malam ini kendaraan di jalan lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni masih padat merayap, sehingga membuat jarak tempuh Kalianda menuju Bakauheni yang biasanya 1,5 jam kini bisa memakan waktu sampai tiga jam untuk memasuki Pelabuhan Bakauheni. Saat ini sebanyak 20.673 kendaraan roda empat dan 27.101 ribu sepeda motor sudah kembali ke pulau Jawa.


Sedangkan sisanya sekitar seratus ribuan kendaraan lainnya akan kembali hingga pekan depan usai akhir liburan sekolah. Untuk mengurai antrean kendaraan ini, pihak ASDP telah mengoperasikan delapan loket tiket kendaraan roda empat dan enam loket kendaraan roda dua. Dirut ASDP Indonesia Danang S Baskoro mengatakan, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, pihak ASDP mengoperasikan 29 kapal berkapasitas besar sehingga bisa menampung ribuan penumpang dan kendaraan.

Sementara jadwal waktu tempuh juga akan dipercepat, maksimal dua jam dari biasanya yang bisa memakan waktu tiga sampai empat jam untuk pelayaran di selat Sunda. "Kita mengoperasikan 29 kapal besar, agar ribuan penumpang dan kendaraan bisa terangkut. Dan jadwal waktu tempuh dipercepat dari biasanya, yang bisa memakan waktu 3-4 jam kini hanya 2 jam," ujar Danang.(Viva)

Sepasang Kekasih Naik Pesawat Bawa 2 Kg Shabu 
Scarlett Johansson Artis Bayaran Tertinggi 
Serena Juara Wimbledon, Samai Rekor Steffi Graf




Jumat, 08 Juli 2016

Mantan Menteri Agraria, Hasan Basri Durin Tutup Usia


GULA77 - Mantan Menteri Agraria RI periode 1998 hingga 1999, Hasran Basri Durin meninggal dunia, pada hari ini, Sabtu 9 Juli 2016, sekitar pukul 00.30 WIB. Semasa hidupnya, Hasan Basri cukup lama menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat. Beliau memegang jabatan tersebut sejak tahun 1987 hingga 1997.

Sebelum menjadi Gubernur Sumatera Barat, Hasan Basri juga pernah menjadi Wali Kota Jambi, yaitu tahun 1966 sampai dengan 1968, dan Wali Kota Padang, yaitu tahun 1971 sampai dengan 1983. Beliau juga pemegang Bintang Mahaputera Adipradana. Bintang Mahaputra Adipradana, merupakan Tanda Kehormatan tertinggi setelah Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia. Bintang ini adalah Bintang Mahaputera Tingkat II.

Penghargaan ini biasanya diberikan pada mereka yang berjasa luar biasa demi keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan bangsa dan negara. Menurut keterangan yang diterima VIVA.co.id dari Syahrul Udjud, Staf Khusus Presiden RI, Hasan Basri meninggal karena sakit. Jasadnya akan disemayamkan di rumah duka, Kompleks Liga Mas Indah, Jalan Pancoran Indah 6, Blok B1 No.5, Jakarta Selatan. Beliau akan dimakamkan siang ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.(Viva)

Pakai Jilbab dan Gamis, Tahanan Berhasil Kabur
DiCaprio Kencani Supermodel Victoria's Secret
Ferrari Resmi Perpanjang Kontrak Raikkonen 





Rabu, 06 Juli 2016

Harga Bensin Eceran di Tegal Bisa Rp75 Ribu Per Liter


GULA77 - Seorang pemudik asal Bekasi, Deni (30), mengakui banyak warga setempat di sekitar Kota Brebes, Jawa Tengah, mengambil kesempatan dari kesulitan para pemudik yang melintas wilayah mereka. Menurut dia, emosinya pun diuji di daerah itu lantaran hendak mengisi bahan bakar yang sudah mulai sekarat akibat macet para di lokasi. Saat kondisi bahan bakarnya hampir habis, SPBU tak mau melayani kendaraan roda empat.

"Kami juga tak mengerti dan pengendara mobil lainnya pun sempat marah-marah. Karena SPBU itu tak bisa kasih alasan untuk tak melayani kami secara jelas, dan parahnya mereka hanya melayani yang bawa jiriken doang, dan cuma warga situ yang boleh beli," kata Deni. Alhasil, karena terpaksa lantaran bahan bakar mobilnya hampir habis, Deni harus mengisi bensin eceran yang dijual warga di sekitar ruas jalan itu. Dan, gilanya, harga bensin dipatok Rp50rb per liter.

"Kami tak ada pilihan lain, untuk melanjutkan perjalanan dan mencari SPBU lain, jadi kami isi bahan bakar eceran," ujarnya. Diakui Deni, tak hanya sekali itu dia  harus menjadi korban warga sekitar yang memanfaatkan kesulitannya dan ribuan pemudik lainnya. "Kami pikir saat hampir kehabisan bensin di daerah Tegal, harganya normal atau lebih murah. Ternyata, malah lebih tinggi, harga Rp75 ribu per liter," kata dia.(Viva)

Dukun Sakti Banyuwangi Gandakan Uang 
Gangnam Style Terus Cetak Rekor 
Knicks Perpanjang Kontrak Lance Thomas






Senin, 04 Juli 2016

Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi di Mapolresta Surakarta


GULA77 - Sebuah ledakan terjadi di halaman Mapolresta Surakarta pada pagi hari ini, Selasa, 5 Juli 2016. Pihak Mabes Polri telah mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut merupakan bom bunuh diri. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan, ledakan tersebut terjadi pada sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika itu, ada seseorang yang tidak dikenal yang memakai sepeda motor mencoba masuk Mapolres Surakarta.

Anggota Provost yang tengah berjaga di sana mencoba menghentikan pengendara tersebut. "Namun pengendara sepeda motor tersebut tetap menyerobot masuk melalui penjagaan," kata Martinus. Anggota Provost, Bripka Bambang Adi, mencoba mengejar pengendara tersebut. Namun, ketika pengejaran itu, tiba-tiba terjadi ledakan tepat di depan SPKT Mapolresta Surakarta. "Secara tidak diduga suara ledakan keras berasal dari badan pengendara motor tersebut," kata Martinus.

Menurut Martinus, akibat ledakan tersebut terduga pelaku bunuh diri tersebut meninggal di tempat. Sementara Bripka Bambang mengalami luka pada bagian wajah. Martinus menyebut hingga saat ini, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Saat ini masih dilakukan oleh TKP dan pendataan oleh Polresta Surakarta," kata dia.(Viva)

Pelajar Bawa Wanita Nginap di Hotel
Follower Katy Perry Terbanyak di Dunia
Bellaetrix Kembali ke Klubnya Jaya Raya



 

Minggu, 03 Juli 2016

Gemerlap Tradisi Akhir Ramadhan di Kotamobagu


GULA77 - Di pengujung Ramadan, umat muslim Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, memiliki tradisi monuntul atau menerangi. Tradisi ini adalah memasang lampu botol berbahan bakar minyak tanah di depan rumah. Tradisi ini dilakukan saat Ramadan memasuki hari ke-27 hingga 29. Tradisi ini hanya dikenal di Bolaang Mongondow dan Gorontalo.

Tokoh agama Kota Kotamobagu, Mihrab Salilo, menjelaskan monuntul digelar masyarakat secara sukarela dengan menyalakan lampu dan menyediakan minyak tanah sendiri. Jumlah lampu di setiap rumah, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. “Jadi setiap anggota keluarga punya lampunya masing-masing. Lampu yang digunakan umumnya terbuat dari botol atau kaleng bekas yang bagian tutupnya dipasangi sumbu kompor,” ujar Mihrab, Minggu, 3 Juli 2016, di Kota Kotamobagu.

Jika zaman dulu lampu hanya ada di halaman rumah warga, saat ini, seiring banyak pihak menggelar lomba monuntul, maka tanah lapang yang luas, jembatan, sisi jalan raya, sampai persawahan menjadi lokasi gelaran tradisi ini. Agar menambah daya tarik, tata letak dan kreasi lampu botol dibuat berbagai macam formasi. Misalnya, membentuk gambar masjid, Alquran, atau kaligrafi. “Tujuan monuntul agar memudahkan masyarakat untuk datang membayar atau membagikan zakat fitrah pada malam hari.

Sebab, zaman dulu belum ada lampu-lampu jalanan sebagai penerangan,” katanya. “Monuntul juga bermaksud sebagai penanda datangnya Idul Fitri. Oleh sebab itu, jiwa dan hati yang kembali bersih, harus bersih serta terang benderang seperti makna pemasangan lampu tersebut,” lanjutnya. Pantauan malam ini, hampir seluruh wilayah Kotamobagu nampak terang benderang. Menambah semarak malam hari menjelang Lebaran.(Viva)

Bawa Sabun, Nenek 73 Tahun Divonis Mati
Hendrik Ceper Meninggal Dunia
Brazil Kemungkinan Tidak Akan Aman




Jumat, 01 Juli 2016

Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Bandung


GULA77 - Bagi anda yang akan mudik dengan melintasi jalur di Kabupaten Bandung sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Sebab sepanjang jalur tersebut ada tiga titik rawan terjadinya kecelakaan. "Titik rawan itu ada di sekitar pos tangan (Nagreg), Jalan Cagak, dan dekat rumah makan Sugih Priangan (Desa Cikaledong)," kata Wakil Komandan Posko Nagreg Ruddy Heryadi di Posko Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (1/7/2016).

Tiga lokasi itu menurutnya rawan terjadi kecelakaan karena faktor medan. Di pos tangan, kecelakaan rawan terjadi karena posisinya merupakan belokan tajam dengan posisi jalan yang menurun. Hal sama juga terjadi di Jalan Cagak. Sedangkan di Desa Cikaledong, kerawanan di sana karena belokan yang sangat tajam membentuk huruf S.

Dia pun mengimbau agar pengendara meningkatkan kewaspadaannya. "Rata-rata saat melintas di titik itu karena kendaraan tidak direm dengan baik. Jadi saat melalui tiga titik itu harus betul-betul hati-hati," imbau Ruddy. Sementara untuk mengingatkan pengendara agar waspada, ratusan petugas gabungan disebar di sepanjang jalur mudik tersebut.

Kehadiran mereka diharapkan bisa meminimalisir kecelakaan dengan memberikan peringatan kepada pengendara. Spanduk berisi peringatan juga disebar di titik-titik strategis agar bisa dibaca oleh pengendara yang melintas. Petugas Dinas Perhubungan juga sering mengimbau pemudik agar hati-hati melalui pengeras suara.(Sindo)

Yakin Messi Akan Segera Bangkit
Charlie Sheen Dapat Berlian Palsu
Doping Tak Pengaruhi Olimpiade Rio 




Selasa, 28 Juni 2016

Tiga Rumah Sakit di Makassar Kedapatan Simpan Vaksin Bekas Bersama Makanan


GULA77 - Dinas Kesehatan Kota Makassar Sulawesi Selatan menemukan puluhan vaksin bekas yang disimpan di lemari pendingin bersama sejumlah bahan makanan di salah satu rumah sakit di daerah itu. Temuan ini didapat setelah dinas setempat berencana hendak memeriksa kemungkinan sebaran vaksin palsu di Kota Makassar.

"Vaksin yang tidak digunakan harus dimusnahkan karena dapat merusak tubuh. Rumah sakit yang menyimpan vaksin dengan cara ini kami tegur," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Dokter Naisyah Azikin, Rabu 29 Juni 2016. Dari pemeriksaan di sejumlah rumah sakit, klinik bersalin dan klinik kesehatan, sejauh ini belum ditemukan adanya vaksin palsu di Kota Makassar.

Hanya ada tiga layanan medis yang kedapatan lalai menyimpan vaksin yakni di RS Bersalin Siti Khadijah, RS Bersalin Gea Lestari dan ES Grestelina Makassar. "Ketiga RS ini sudah diingatkan. Dan beryukur di Makassar tidak ada ditemukan vaksin palsu," kata Naisyah.(Viva)

Pelaku Pencabulan Dipukuli Anaknya
Simon Cowell Miliki Hati Yang Baik
Sally Pearson Absen di Olimpiade Brazil