Selasa, 10 Mei 2016

Karena Kaos Pecinta Kopi indonesia, Dua Aktivis Diamankan Polisi


GULA77 - Dua orang aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara ditangkap kepolisian lantaran menggunakan kaos bertuliskan Pecinta Kopi Indonesia (PKI). Kaos berwarna merah, yang menampilkan bentuk gambar gelas kopi, serta sebuah palu yang menyerupai sendok dan gagang gelas yang terlihat seperti arit, dituding sebagai kaos bermuatan komunisme.

Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Munadi Kilkoda mengakui ada penangkapan kedua anggotanya, Adlun Fiqri dan Supriyadi Sawai. Saat ini keduanya diamankan di Polres Ternate. "Penahanan tersebut dengan alasan menggunakan kaos Pecinta Kopi Indonesia. Hanya itu aparat lalu melihat mereka sebagai penyebar paham komunis," kata Munadi saat dihubungi, Rabu 11 Mei 2016.

Salah seorang yang ditangkap, Adlun Fiqri, merupakan mahasiswa Universitas Khairun yang beberapa waktu lalu sempat membuat heboh dan diamankan kepolisian lantaran mengunggah video berjudul Kelakuak Polisi Minta Suap di Ternate di jejaring sosial Youtube. Dalam laman Instagramnya, Adlun Fiqri memang mengunggah fotonya menggunakan kaos bertuliskan PKI berwarna merah. "Apa saya akan ditangkap Pak Dandim karena kaos ini?" tulis Adlun, Selasa 10 Mei 2016.(Viva)





Minggu, 08 Mei 2016

Pemuda Yang Diduga Duduki Kepala Patung Pahlawan Diamankan



GULA77 -  Ismed Banda (18), pemuda asal Desa Sumber Agung, Bandar Betsy I, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, diamankan oleh satuan Koramil Pardagangan, Minggu (8/5/2016). Ismed diduga sebagai salah satu dari sejumlah remaja yang berpose duduk di atas kepala patung pahlawan di Tugu Letda Sujono di Perkebunan PTPN III, Kebun Bandar Betsi, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pemuda yang hanya lulus Sekolah Menengah Pertama ini diamankan di Desa Lamidur oleh satuan Koramil setelah melakukan pencarian selama dua hari. 

Menurut Komandan Koramil Pardagangan Kapten Inf Aladi Siahaan, pemuda ini akan diserahkan ke Polsek Pardagangan. "Kami hanya mencari tahu keberadaan siapa yang ada dalam foto tersebut, setelah itu akan kita serahkan ke Polisi," ujarnya. Saat diwawancarai, Ismed mengaku bahwa dirinya datang setelah dipanggil oleh tokoh masyarakat karena aksi fotonya yang menduduki patung Letda Sujono. "Dipanggil tadi sama orangtua disini. Saya diantar orangtua saya ke sini. Ini ketemu sama Bapak-bapak ini," ujarnya. Ismed yang juga mengunggah foto tersebut ke Facebook mengaku tidak tahu-menahu mengenai sosok Letda Sujono. 

Aksi foto-foto bersama kawan-kawannya di tugu tersebut, lanjut Ismed, hanya untuk bersenang-senang saja. "Untuk seru-seruan aja bang, saya tidak tahu siapa Letda Sujono dan patung-patung yang lain itu," ujarnya. Ismed pun mengaku menyesal melakukan hal tersebut. "Enggak lagi, Bang. Nyesal saya. Karena tidak tahu saya makanya saya menaiki patung itu," ujarnya. Saat ditunjukkan beberapa foto lain yang juga beredar di media sosial, dia menegaskan bahwa dia tidak mengenal orang-orang yang ada di dalam foto tersebut.  "Enggak kenal aku siapa yang dalam foto itu, bukan kawan-kawanku itu. Kurasa orang pendatang itu," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, pemilik akun Fani mengunggah foto-foto sejumlah remaja duduk di atas patung pahlawan pada akun Facebook-nya tertanggal 26 April. "sungguh tidak punya otak dan moral manusia seperti ini,..MOHON DI SHARE AGAR MEREKA DI TANGKAP OLEH PIHAK YG BERWAJIB," tulis Fani, Sabtu (7/5/2016). Letda Sujono yang bertugas sebagai anggota pengamanan Perusahaan Perkebunan Karet Negara IX Bandar Betsy gugur saat mempertahankan areal kebun dari upaya perebutan paksa oleh massa Barisan Tani Indonesia (BTI) yang merupakan organisasi sayap Partai Komunis Indonesia (PKI). Letda Sujono kala itu anggota TNI berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu). Peristiwa yang terjadi pada 14 Mei 1965 itu dikenal dengan nama “Peristiwa Bandar Betsy”.(Tribun)





Sabtu, 07 Mei 2016

Pabrik Sandal Dan Sepatu New Era Kebakaran


GULA77 - Pabrik sandal dan sepatu PT New Era Rubberindo di Jalan Mayjen Sungkono 61-65, Desa Prambanan, Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terbakar hebat pada Sabtu sore, 7 Mei 2016. Hingga malam, mobil pemadam kebakaran dari Gresik dan Surabaya masih berjibaku melakukan pemadaman. Menurut petugas keamanan pabrik, Paidi (70 tahun), api mulai membakar gudang bagian sandal jepit di IM2 nomor 10 dan 11. Waktu itu, pekerja teknik sedang melakukan kegiatan mengelas di bagian atas gudang.

Diduga, percikan api di ujung las mengenai busa yang jadi bahan sandal. Memang, di lantai gudang banyak bertumpukan busa atau spon. Karena mudah terbakar, percikan api dari las langsung memunculkan api besar. Gudang nomor 10 dan 11 pun terbakar. "Yang terbakar gudang penyimpanan bahan karet," kata Paidi kepada wartawan. Tiga mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Gresik, satu PMK milik PT Semen Indonesia, dan satu unit PMK dari Petrokimia, berjibaku melakukan pemadaman.

Tapi api sulit dipadamkan karena terhambat suplai air. Akibatnya, api merambat dan membakar tiga gudang lainnya. Total lima bangunan pabrik terbakar. Satu bangunan merupakan kantor manajemen, sedangkan sisanya gudang penyimpanan bahan baku sandal dan sepatu. Belum ditemukan adanya korban jiwa dalam kebakaran ini. Kebetulan karyawan banyak yang libur. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. "Semoga kebakaran cepat padam," kata Manager HRD PT New Era, Hasan Olah.(Viva)

Melakukan Pesta Seks
Taylor Swift Produktif
Menyedot Ribuan Penonton




Jumat, 06 Mei 2016

Ditemukan Bayi Laki-Laki Dibawah Pohon Mahoni Disaat Motor Kehabisan Bensin


GULA77 - Sejumlah warga yang ada di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur geger. Pasalnya, ada bayi laki-laki di bawah pohon mahoni tepi jalan desa setempat. Diduga bayi malang tersebut sengaja dibuang orangtuanya di lokasi. Kini, bayi malang yang diperkirakan berusia tujuh hari ini dirawat di ruang anak RSUD Sampang. Kasus penemuan bayi yang mempunyai berat 1,4 kg dengan panjang 40 cm itu berawal ketika, H Abd Hamid (50) warga desa Panyepen, Kecamatan Jrengik mendorong motornya karena kehabisan bahan bakar.

Lalu Hamid mencari penjual bensin eceran di pinggir jalan. Namun, sesampai di TKP dia melihat kardus. Setelah didekati, rupanya di dalam kardus ada bayi laki-laki. Kemudian Hamid memberitahukan pada warga sekitar. Masyarakat pun langsung mendekat ke lokasi untuk melihat bayi. Warga tidak ada yang tahu siapa orang tua dari bayi tersebut. Selanjutnya Hamid membawa pulang bayi yang masih bernyawa ini dan melaporkan ke Polsek Jrengik.

“Saya sudah laporkan penemuan bayi pada polisi. Saya juga telah menyerahkan bayi itu pada petugas. Tega benar orangtuanya yang membuang bayi tak berdosa,” terang Hamid pada wartawan, Minggu (5/5/2016). Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, dr Firman Pria Abadi, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Ia mengaku, sekarang bayi laki-laki itu berada di rumah sakit setempat. “Kondisi bayi normal, saat ini sedang mendapatkan perawatan medis,” ungkap Firman.(Sindo)

Sindikat Narkoba Diringkus
Justin Bieber Bikin Marah
Izin Dicabut WADA



Kamis, 05 Mei 2016

Sorong - Raja Ampat Butuh Transportasi Kapal Cepat


GULA77 - Pemerintah Provinsi Papua Barat diminta membantu penyediaan kapal cepat melayani julur transportasi masyarakat dari Kota Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah tujuan pariwisata. "Guna menunjang kelancaran transportasi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat, Pemprov Papua Barat perlu membantu Pemkab Raja Ampat dalam penyediaan kapal cepat," kata pemerhati di Raja Ampat, Venina Watem di Sorong, Kamis (5/5).

Dia mengatakan, masyarakat Kabupat Raja Ampat saat ini membutuhkan kapal cepat yang melayani rute pelayaran Sorong-Raja Ampat setiap hari, bukan festival wisata yang akan digelar Dinas Pariwisata Oktober nanti hanya menghabiskan anggaran. Kabupaten Raja Ampat, kata dia, sudah terkenal di dunia internasional dan setiap hari ada wisatawan asing yang berkunjung. Permasalahan saat ini transportasi terbatas dan biaya wisata cukup tinggi.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah provinsi harus membantu pemerintah daerah untuk membeli kapal cepat serta menurunkan biaya wisata agar wisatawan banyak yang berkunjung ke Raja Ampat. Ia menyampaikan, selama ini transportasi laut dari Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat oleh pihak swasta seperti PT Belibis. Kapal cepat milik perusahaan itu melayani pelayaran Kota Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat ditempuh selama dua jam.

Kapal cepat PT Belibis dua kali melayani pelayaran dari Kota Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat dalam sehari. Harga tiket Kapal tersebut untuk kelas bisnis seharga Rp220 ribu dan kelas ekonomi seharga Rp130 ribu per orang. "Masyarakat Kabupaten Raja Ampat menilai tarif tersebut tinggi sehingga mereka menginginkan pemerintah daerah maupun provinsi mengadakan kapal cepat dengan tarif lebih murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat ekonomi lemah," ujarnya.(beritasatu)





Selasa, 03 Mei 2016

Dosen UMSU Tewas Digorok Mahasiswanya di Kampus


GULA77 - Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIB UMSU), Nuraini (50), ditemukan tewas bersimbah darah, Senin (2/5) sore. Korban ditemukan terluka parah dengan luka tusukan setelah digorok menggunakan pisau oleh pelaku di sebuah kamar mandi Kampus UMSU Jl Mukhtar Basri Medan, Sumatera Utara (Sumut). "Motif dari pembunuhan itu belum dapat diketahui secara pasti. Korban masih dosen.

Namun, pelaku diduga mengidap gangguan kejiwaan," kata seorang dosen UMSU, Anang Anas Azhar. Anang merupakan salah satu saksi yang melihat korban berlumuran darah saat keluar dari kamar mandi di kampus tersebut. Saat itu, dia masih melihat korban masih bernyawa. "Saat itu, saya baru turun dari lantai dua kampus sehabis memberikan mata kuliah. Saya mendengar suara kran air sangat deras dan melihat mantan dekan kami itu keluar kamar mandi," katanya.

 Anang juga melihat seorang mahasiswa yang diduga dari fakultas ekonomi berlari setelah kejadian. Pakaian dan tangan oknum mahasiswa itu juga terlihat ada bercak darah. "Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda. Namun, dalam perjalanan korban tidak tertolong lagi. Korban meregang nyawa. Pelaku juga sudah diamankan mahasiswa dan security, kemudian diserahkan ke polisi setibanya di lokasi kejadian. Kejadiannya sangat mengerikan," sebutnya.(beritasatu)





Minggu, 01 Mei 2016

Peringati May Day,Ribuan Buruh Berziarah ke Makam Marsinah


GULA77 - Peringatan hari buruh di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diwarnai dengan ziarah makam Marsinah. Sepanjang pagi hingga siang, rombongan buruh terus berdatangan silih berganti untuk berdoa dan menabur bunga di makam Marsinah.Termasuk di antaranya adalah teman-teman Marsinah, sesama buruh yang dulu dibela oleh Marsinah, hingga akhirnya Marsinah kehilangan nyawanya. Marsinah dimakamkan di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro,  Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ngusmar, salah seorang rekan Sarinah mengatakan, dirinya dulu adalah pimpinan serikat buruh di perusahaan tempat Marsinah bekerja, di Sidoarjo. Saat itu, Ngusmar memimpin teman-temannya untuk berunjukrasa menuntut perbaikan kesejahteraan. Sedangkan Marsinah bertugas di dalam pabrik, untuk mengkoordinir teman-temannya sesama buruh. Namun, tanpa sebab yang jelas para pimpinan serikat kerja dipanggil ke kantor kodim dan diinterogasi. Usai diinterogasi, mereka di PHK di kodim. Mendengar hal tersebut, Marsinah yang tidak terima mendatangi perusahaan dan mendesak teman-temannya untuk dipekerjakan kembali.

Karena tuntutannya tidak dipenuhi, Marsinah bermaksud pergi ke Surabaya dan mengadukan perusahaan ke pamannya. Paman Sarinah adalah jaksa. Tanpa diduga, setelah diantar oleh temannya menaiki angkutan umum, Marsinah tiba-tiba menghilang dan beberapa hari kemudian ditemukan tewas di perbatasan antara Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Madiun.  Hingga kini, siapa pembunuh Marsinah masih belum dapat diungkap. Teman-teman Marsinah berharap, pemerintah menetapkan Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional. (sindo)

Tanam Ganja Ditangkap
Area Intim Paris Hilton
Harapan Pembalap Cilik