Sabtu, 18 Juni 2016
Lima Pelabuhan di NTT Akan Dikembangkan Jadi Pelabuhan Pariwisata
GULA77 - Sebanyak lima pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikembangkan menjadi pelabuhan pariwisata di daerah itu. Pengembangan yang dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.
"Ada lima pelabuhan yang dikembangkan infrastrukturnya untuk menjadi pelabuhan pariwisata," kata Direktur Utama Pelindo III Orias Moedak di sela-sela kegiatan safari Ramadan, Minggu, 19 Juni 2016.
Lima pelabuhan yang dijadikan sebagai pelabuhan pariwisata, yakni Pelabuhan Ende, Kalabahi, Maumere, Tenau Kupang dan Waingapu. Kelima pelabuhan ini, menurut dia, disiapkan fasilitas untuk berlabuhnya kapal-kapal pesiar internasioal.
Namun, pihaknya tidak menyiapkan pelabuhan khusus untuk kapal pesiar, karena tetap bisa bersandar di pelabuhan tersebut.
"Tidak ada beda, semua pelabuhan lokasi sama. Jadi semua terminal penumpang siap untuk domestik maupun international," katanya. Pengembangan infrastruktur pelabuhan pariwisata ini dilaksanakan dalam tahun ini, dengan anggaran yang disiapkan Pelindo.(Tempo)
Pabrik Bakso Berbahan Kimia
Calvin Harris Merasa Dikhianati
Atlet AS Berhijab Pertama
Rabu, 15 Juni 2016
Cairkan Dana Bantuan Rp170 Juta, Pemilik Warteg Kini Jadi Jutawan
GULA77 - Saeni atau Eni pengusaha warteg yang dirazia oleh Satpol PP Kota Serang kini menjadi jutawan. Pasalnya, ia telah resmi menerima uang donasi sebesar Rp170 juta hasil dari penggalangan dana para netizen.
Terima kasih, atas bantuan donasi dari warga Indonesia dan umat Islam," kata Saeni saat melakukan pencairan uang di Bank BRI Cabang Serang, Rabu (15/6/2016). Saeni mengaku, uang yang sudah diterimanya akan digunakan untuk beribadah ke tanah suci, modal usaha, tabungan kesehatan, pendidikan anaknya.
"Alhamdulillah akan berangkat umroh bersama suami, buat tabungan kesehatan, buat biaya kuliah anak," ujar Eni. Dalam kesempatan tersebut, Eni juga meminta maaf atas kesalahannya sudah melanggar Perda Nomor 2 tahun 2016, sehingga menjadi perbincangan dan polemik dipublik.
"Saya minta maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan saya," pungkasnya. Saat di bank untuk pencairan, Eni yang ditemani oleh suaminya Alek, langsung sujud syukur atas rizki yang sudah diberikan oleh Allah.(Sindo)
Money Changer Dirampok
Ferry Irawan Melepas Tembakan
Sharapova Banding ke CAS
Selasa, 14 Juni 2016
Misteri Pocong Yang Menghebohkan Warga Akhirnya Terungkap
GULA77 - Dalam sepekan terakhir ini, warga di sekitaran Jalan Kamboja, Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan kemunculan pocong di sekitar area pemakaman setempat. Bahkan, akibat kemunculan pocong itu, seorang warga dilarikan ke rumah sakit. Karena mendadak terkena serang jantung, setelah melihat pocong meresahkan itu. Apalagi, pocong itu muncul setiap jelang sahur.
Karena hal itu, warga akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Sektor Ilir Timur II Palembang melalui pesan online. Mendapatkan laporan itu, polisi pun bertindak. Polisi mendatangi lokasi, di mana pocong itu muncul. Setelah diselidiki siang malam, akhirnya terbongkarlah. Pocong yang meresahkan itu ternyata pocong buatan. Pocong itu ternyata hanya sepotong kain putih berukuran panjang, yang sengaja digantung di dekat pemakaman setempat. "Dari SMS warga langsung kita atensi.
Satu kain digunakan untuk menakuti warga sudah diamankan," kata Kepala Bagian Operasi Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara, Selasa malam, 14 Juni 2016. Dari hasil penyelidikan, terungkap pula dalang dari kemunculan pocong buatan itu. Pelakunya ternyata sekelompok anak-anak kecil. "Nanti kita panggil orang tuanya, karena mereka masih anak-anak di bawah umur," ujar Andi. Dengan terungkapnya misteri pocong di kuburan itu, Kepolisian mengimbau warga tak resah lagi. Dan, meminta warga untuk mengawasi anak-anak mereka agar tak berbuat iseng lagi.(Viva)
Dua Pemilik Toko Ditangkap
Protes Razia Warung Makan
Tiket Diperjual-belikan
Minggu, 12 Juni 2016
Pasca Kerusuhan Lokasi Tambang di Bengkulu Dijaga Ketat
GULA77 - Kepolisian Daerah Bengkulu menyiagakan 200 personel di lokasi tambang PT Citra Buana Seraya setelah kerusuhan yang melanda kawasan itu pada Sabtu, 11 Juni 2016. Kepala Polda Bengkulu Brigadir Jenderal M. Ghufron mengatakan aparatnya disiagakan untuk menjaga kondisi agar tak terjadi lagi kerusuhan. "Saat ini 200 personel kami siagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," kata Ghufron saat berkunjung ke lokasi, kemarin.
Terkait dengan kerusuhan, polisi juga masih melakukan pengumpulan fakta-fakta, siapa pelaku, dalang, dan penyebab kerusuhan yang mengakibatkan empat warga tertembak peluru aparat. Satu di antaranya hingga saat ini masih kritis. Ghufron mengatakan tindakan yang dilakukan anak buahnya di lapangan telah memenuhi aturan. Jika pun terjadi penembakan, Ghufron menuding pemicunya adalah masyarakat. Ghufron mengatakan polisi punya rekaman atas peristiwa kerusuhan tersebut.
"Kalau massa anarkistis kan ada aturan, sesuai prosedur, ini negara hukum, siapa bertindak salah, tentu akan dikenai sanksi hukum," ujarnya. erusuhan di lokasi tambang PT Citra Buana Seraya berawal dari aksi penolakan tambang yang dilakukan warga dari 12 desa yang ada di Kecamatan Merigi Sakti dan Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Akibat kerusuhan itu, empat warga tertembak dan terpaksa dilarikan ke RSUD M. Yunus, Bengkulu.
Adapun dari polisi juga terdapat korban, yaitu seorang personel yang terkena bacok di kepala dan punggung. Setelah kerusuhan, warga yang terlibat aksi masih ketakutan dan tak berani ke luar rumah. Menurut Ketua Forum Masyarakat Rejang Gunung Bungkuk (FMRGB) Nurdin, masyarakat takut keluar karena melihat banyak polisi berjaga-jaga di lokasi tambang. “Mereka masih takut melihat banyak warga berjatuhan tertembak aparat,” tuturnya.
Meski begitu, masyarakat, kata Nurdin, akan terus memperjuangkan keinginan mereka, yakni menolak pertambangan batu bara dengan sistem tertutup (underground). "Lubang-lubang itu perangkap hidup, yang setiap saat mengancam kehidupan kami, dan kami tidak ingin mewariskan itu kepada anak-cucu,” ucapnya. Meski demikian, dia juga meminta masyarakat tidak terpancing akan isu-isu yang berkembang dan tetap menahan diri agar tidak memicu aksi yang tak terkendali.(Tempo)
Oknum TNI Aniaya Kanit Lantas
Christina Grimmie Tewas Ditembak
GP Kanada Untuk Muhammad Ali
Jumat, 10 Juni 2016
Pemkot Kediri Larang Speaker Volume Tinggi Diatas Jam 8 Malam
GULA77 - Pemerintah Kota Kediri menghimbauan kepada masyrakat untuk tidak membunyikan pengeras suara dengan volume tinggi saat tadarus diatas pukul 20.00 WIB. Surat pemberitahuan ini dimaksudkan untuk menghormati orang lain yang sedang beristirahat pada malam hari. Surat edaran berupa pemberitahuan tersebut, sudah disosialisakan kepada masyarakat sejak beberapa hari sebelum puasa.
Menurut keterangan Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri, Apip Pramana, spikear atau pengeras suara bisa dihidupkan, asalkan hanya dapat didengarkan di lingkungan sekitar. Pihak pemerintah daerah juga menginjinkan spiker dibunyikan lagi dan dapat diperdengarkan kepada khalayak banyak, sekitar 30 menit sebelum subuh. Sehingga dapat difungsikan untuk membangunkan warga atau masyarakat saat waktu makan sahur.
"Surat edaran Pemerintah Daerah Kota Kediri, juga mengatur pembatasan jam operasional tempat hiburan, serta pemakaian kain penutup untuk tempat penjual makanan agar tidak terlihat dari luar," kata Apip Pramana. Pemerintah Kota Kediri berharap, dengan adanya surat edaran yang telah disosialisasikan tersebut, dapat ditaati dan dilaksanakan oleh semua pihak.(realita)
Rabu, 08 Juni 2016
Tinggi Ombak Mencapai Empat Meter, Nelayan di Malang Tak Melaut
GULA77 - Gelombang besar setinggi empat meter di perairan laut selatan merendam dan merusak sekitar 19 rumah warga yang mendiami pantai-pantai di Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Banjir pasang air laut atau rob ini sudah terjadi sejak sepekan lalu dan yang paling besar terjangannya pada Selasa malam kemarin. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah E.K. Hafi Lutfi menyampaikan, gelombang besar tak sampai menimbulkan korban jiwa manusia.
Namun ia meminta masyarakat tetap mewaspadai tinggi gelombang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ini. “Gelombang setinggi empat meter itu sudah membahayakan,” kata Lutfi, Rabu, 8 Juni 2016, malam. Ketua Nelayan Tambakrejo Sih Budi Hari menambahkan, kecepatan angin yang sekitar 30 knot (setara 56 kilometer per jam) membuat ombak bergulung-gulung dan cepat menghantam pantai. Air laut cepat mencapai permukiman. Kondisi yang membahayakan jiwa itu membuat hampir seluruh nelayan yang berjumlah 2.650 orang berhenti melaut.
Mereka berdiam saja di rumah atau memperbaiki kapal. Mereka yang nekat melaut tak berani melewati batas aman 70 mil dari garis pantai. “Masih ada yang nekat melaut, tapi mungkin hanya tiga orang saja. Itu pun mereka tak berani jauh-jauh dan lama, dengan hasil tangkapan sangat minim. Saat ini paceklik ikan,” kata Budi. Desa Tambakrejo menjadi pusat kegiatan kelautan dan perikanan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun populasi penduduk terkonsentrasi di Sendangbiru, yakni sekitar 900 keluarga dengan sekitar 1.750 nelayan.
Kepala Desa Tambakrejo Sudarsono mengatakan, tinggi gelombang normal berkisar pada ketinggian dua meter saja. Kecepatan angin pun hanya sepertiga dari kecepatan angin pekan ini. “Hantaman gelombang tahun lalu lebih besar lagi dibanding sekarang," kata dia. "Kali ini anehnya justru masuk musim kemarau, kok masih muncul gelombang dan hujan.”. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Bagio Setyono mengatakan gelombang besar melanda hampir seluruh pantai di selatan Malang, seperti Pantai Kondangmerak di Kecamatan Bantur dan Lenggoksono di Kecamatan Tirtoyudo. Ketinggian ombak bervariasi antara tiga hingga lima meter.(Tempo)
Justin Biebir Memilik Anak
Rekor Pemain Tertua Euro
Tiger Woods Undurkan Diri
Senin, 06 Juni 2016
Mabes Polri Melarang Ormas Melakukan Sweeping Selama Ramadhan
GULA77 - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia secara tegas melarang organisasi masyarakat (ormas) melakukan kegiatan sweeping selama bulan Ramadhan 2016. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, tugas sweeping rumah makan atau pun tempat hiburan bukanlah tugas ormas.
Sebab, apabila ormas melakukan sweeping maka bisa menimbulkan masalah di kalangan masyarakat. "Prinsipnya, kalau sweeping dilakukan ormas maka akan dilarang," kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Juni 2016.
Oleh karena itu, Boy mengimbau kepada masyarakat apabila ada tindakan ormas yang melakukan sweeping melaporkan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti. "Jadi, ormas dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukan sweeping," tuturnya.(Viva)
Remaja Bersenjata Menyerang
Nick Cannon Tidak Ingin
Putri China Taipeh Juara
Langganan:
Postingan (Atom)




